TKW NTT Terkatung-katung karena Malaysia Tutup Keran TKI Informal

Kompas.com - 18/03/2010, 14:13 WIB
Editormbonk

JAKARTA, KOMPAS.com — PT MMJA belum menyalurkan ratusan calon TKW asal Nusa Tenggara Timur ke Malaysia karena Pemerintah Malaysia masih menutup jaluran pengiriman tenaga kerja informal ke negara itu.

"Mereka akan diberangkatkan ke Malaysia untuk tenaga informal. Ada kebijakan baru Pemerintah Malaysia sehingga tertunda keberangkatan mereka," kata Gustav, kuasa hukum PT MMJA dalam pertemuan dengan Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumba se-Jabodetabek di rumah penampungan PT MMJA di kawasan Muara Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Kamis (18/3/2010).

Ratusan tenaga kerja asal NTT yang dijanjikan bekerja di Malaysia kini ditampung di penampungan PT MMJA, kawasan Muara Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Gustav mengungkapkan, ditutupnya pintu masuk bagi tenaga kerja informal asal Indonesia menyebabkan perusahaannya belum bisa menyalurkan para TKW. Kebijakan politik Pemerintah Malaysia, kata dia, di luar kendali perusahaannya.

"Kami sudah melaporkannya ke DPRD Provinsi NTT mengenai masalah ini. Mereka inginnya cepat diberangkatkan. Tapi kita memberangkatkan kan tidak seperti memberangkatkan ke Blok M. Ada proses dan prosedurnya. Kami minta mereka bersabar," ujar dia.

Menurut pihak PT MMJA, para pekerja tak bisa menuntut dipulangkan karena menjadi TKW dinilai sebagai kehendak mereka sendiri dan tanpa paksaan dari pihak perusahaan. "Mereka akan diberangkatkan. Tapi menunggu giliran. Saat ini keran belum dibuka untuk jalur pekerja informal, seperti pekerja rumah tangga," kata dia.

Jika ada pekerja yang ingin kembali dan mengundurkan diri, maka perusahaan menetapkan adanya ganti biaya yang sudah dikeluarkan PT MMJA. Hal tersebut, menurutnya, sudah disepakati dalam kontrak kerja perusahaan dan tenaga kerja. Ratusan tenaga kerja wanita asal NTT bersikeras ingin kembali ke kampung halamannya. Mereka merasa rugi karena berbulan-bulan ditampung di penampungan.

"Kami tidak mendapatkan apa-apa. Tidak ada uang untuk keluarga. Mending kami pulang kalau tidak jelas kapan berangkatnya," kata salah satu TKW, Adriana.

Adriana mengungkapkan, pihak perusahaan telah ingkar karena mereka dijanjikan akan disalurkan sebagai pekerja di Malaysia setelah mengikuti pelatihan di penampungan selama dua minggu. Namun, setelah menunggu hingga 6 bulan, belum ada kepastian kapan mereka akan diberangkatkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.