Umat Hindu Bali Rayakan Saraswati

Kompas.com - 27/02/2010, 07:15 WIB
Editormade

DENPASAR, KOMPAS.com — Umat Hindu di Bali, Sabtu (27/2/2010) pagi, merayakan Hari Raya Saraswati, yakni peringatan hari lahirnya ilmu pengetahuan yang diperingati setiap 210 hari sekali.

Siswa dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah umum (SMU), hingga perguruan tinggi, absen dari proses belajar-mengajar. Para siswa bersama gurunya melakukan persembahyangan bersama di sekolahnya masing-masing.

Bahkan, SD 28 Pemecutan, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, memanfaatkan momentum Hari Saraswati untuk meresmikan dua unit gedung berkapasitas delapan ruangan yang berhasil diperbaiki dengan dukungan APBD Bali 2009.

Sekolah yang mempunyai sekitar 950 siswa dari kelas I hingga kelas VI itu sehari sebelumnya sudah melakukan pesiapan secara matang sehingga bertepatan dengan Hari Saraswati dapat melakukan kegiatan ritual itu dengan baik.

Para siswa dari seluruh jenjang pendidikan di Kota Denpasar dan sekitarnya selesai melaksanakan sembahyang di sekolahnya masing-masing melanjutkan kegiatan serupa di Pura Agung Jagatnata, sebelah timur Lapangan Puputan, Badung, jantung Kota Denpasar.

Hari Saraswati yang jatuh pada setiap 210 hari sekali dirayakan dengan mempersembahkan bebantenan, rangkaian janur sebagai lambang baktinya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Ketua Program Studi Pemandu Wisata Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar I Ketut Sumadi MPar mengatakan, Dewi Saraswati merupakan lambang ilmu pengetahuan yang diibaratkan seorang "wanita cantik" berwibawa yang penuh arti dan bersimpati. Dewi Saraswati memiliki empat tangan, masing-masing memegang keropak yang melambangkan usaha mendalami ilmu pengetahuan, bunga teratai (lambang kesucian), genitri (belajar seumur hidup), serta alat musik (ilmu pengetahuan itu indah dan berirama). Ilmu pengetahuan diumpamakan air jernih terus mengalir yang tidak terbendung. 

"Untuk itu, sebagian besar sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Bali membuat dan memasang patung Dewi Saraswati sebagai lambang dari ilmu pengetahuan dan teknologi di sekolahnya masing-masing," tutur Sumadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Regional
Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Regional
Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Regional
Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Regional
Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

Regional
Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X