Foto Seronok "Bupati Pekalongan" Muncul di Facebook - Kompas.com

Foto Seronok "Bupati Pekalongan" Muncul di Facebook

Kompas.com - 18/02/2010, 12:48 WIB

PEKALONGAN, KOMPAS.com — Di tengah sorotan kepada jejaring sosial Facebook yang kerap disalahgunakan, jagat maya kembali dihebohkan beredarnya foto-foto seronok dua laki-laki dan perempuan yang menyerupai wajah Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan.

Sebuah akun bernama Qomariyah Ponco itu bahkan menampilkan foto-foto telanjang. Siti Qomariyah adalah nama Bupati Pekalongan dan Wahyudi Pontjo Nugroho adalah nama sang wakil bupati.

Hasil penelusuran Kompas.com, akun tersebut belum lama dibuat. Hanya ada dua posting di halaman akun tersebut. Masing-masing sebuah album foto bertanggal 5 Februari 2010 berjudul "Valentine Day 2005" yang berisi 22 foto seronok kedua pasangan itu. Sementara posting kedua pada hari yang sama berupa update status "Mau tau lebih lengkap tajam dan fakta aktual tunggu di hari Valentine......"

Akun ini dibiarkan dengan status publik sehingga semua pengguna Facebook, termasuk yang belum berkawan, pun dapat mengomentari status dan foto-foto tersebut. Sejauh ini sudah ada seratusan komentar yang masuk. Ada yang menghujat pasangan tersebut jika benar hal ini terjadi. Namun, umumnya menyayangkan munculnya foto-foto tersebut. Bahkan, ada yang mencurigai sebagai kegiatan poltik semata untuk menjatuhkan pasangan itu.

Kasus foto seronok pasangan tersebut sebelumnya pernah beredar menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Pekalongan tahun 2006. Namun, gosip tersebut tidak memengaruhi pilihan masyarakat untuk tetap memilih pasangan sebagai bupati dan wabup Pekalongan 2006-2011. Pasangan dengan semboyan Qonco Sejati (Qomariyah Ponco segera menjadi bupati) itu diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Golkar.


Editorwah

Terkini Lainnya

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

Nasional
Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra untuk Penumpangnya

Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra untuk Penumpangnya

Megapolitan
Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Regional
Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Nasional
Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Nasional
Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Internasional
Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Internasional
Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

BrandzView
KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

Nasional
Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Nasional
Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Regional
Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Megapolitan
Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

Nasional
Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Internasional
Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Nasional

Close Ads X