Jembatan Mahakam Diseruduk Ponton

Kompas.com - 24/01/2010, 05:40 WIB

SAMARINDA, Kompas.com - Ponton atau sampan lebar pengangkut serpihan kayu dan enam kendaraan proyek menyeruduk tiang Jembatan Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (23/1/10). Akibatnya, konstruksi jembatan yang diresmikan pada 1987 itu melemah dan jembatan menjadi rawan ambruk.

Ponton RMN 352 itu menyeruduk tiang ketiga Jembatan Mahakam pada pukul 14.30 Wita. Tiang-tiang itu tahun 2008 pernah ditabrak ponton sejenis yang mengangkut batu bara sehingga retak meskipun akhirnya diperbaiki.

Akibat menyeruduk, ponton itu tersangkut sekitar tiga jam di Jembatan Mahakam. Sebelum menyeruduk, ponton itu ditarik oleh kapal tarik (tugboat) KSA Kumala dan dipandu dari belakang KSA Anna-2, kapal tarik lainnya.

Ponton mengangkut serpihan kayu gergajian dan enam kendaraan proyek, yaitu buldoser, traktor, dan ekskavator.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, selama upaya penggeseran ponton itu, bus-bus dan truk-truk yang hendak melintas sempat diminta lewat Jembatan Mahakam Ulu sekitar 5 kilometer ke arah barat. Itu bertujuan mengurangi beban Jembatan Mahakam yang menghubungkan kawasan pusat Samarinda dengan Samarinda Seberang.

Untuk menggeser ponton yang amat besar dan lebar itu dibutuhkan tiga kapal tarik. Selain KSA Kumala dan KSA Anna-2, terlihat juga KSA-08. KSA Anna-2 menarik ponton sekaligus menggerakkan ponton di arah barat. KSA Kumala yang di arah timur dan KSA-08 di dekat KSA Anna-2 bersiaga.

Kepala Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Samarinda Ajun Komisaris Eko Budiarto mengatakan, ponton bisa dilepaskan setelah tiga jam tersangkut.

"Ponton dan ketiga kapal tarik itu kami sandarkan ke Pelabuhan Samarinda untuk kepentingan penyelidikan mengapa bisa sampai menyerempet jembatan," katanya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Provinsi Kaltim Zairin Zain mengatakan, Jembatan Mahakam yang diresmikan oleh Presiden Soeharto itu setidaknya sudah enam kali ditabrak dan diserempet ponton.

"Lagi pula, jembatan itu sudah lewat masa konstruksi 20 tahun sehingga konstruksinya harus diperiksa secara menyeluruh agar jembatan tidak ambruk," kata Zairin. Akibat kembali ditabrak ponton, menurut Zairin, Jembatan Mahakam makin rawan ambruk.

Jembatan Mahakam dibangun pada 1982 dan selesai 3 Agustus 1986. Jembatan dibangun dengan biaya konstruksi Rp 7 miliar oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero) dengan panjang 400 meter, lebar 10 meter. Jembatan ini memiliki lajur pejalan kaki di sampingnya. (BRO)


Editorlou

Close Ads X