MUI: Jalan Sehat Berhadiah Haram - Kompas.com

MUI: Jalan Sehat Berhadiah Haram

Kompas.com - 16/11/2009, 23:59 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengharamkan lomba jalan sehat berhadiah, jika para peserta lomba dipungut biaya pendaftaran.

"Jika peserta lomba jalan sehat dipungut biaya, selanjutnya biaya itu dijadikan hadiah bagi pemenang, maka hukumnya haram," kata Wakil Ketua MUI Jatim, KH Abdurahman Navis, di Surabaya, Senin (16/11).
     
Ia menyamakan model lomba seperti itu dengan perjudian, sebagaimana ijtimak MUI yang diputuskan pada 2006."Sebaliknya, jika hadiah pemenang diambilkan dari sponsor, maka hukum lomba jalan sehat adalah halal," katanya dalam Rakor Implementasi  Peraturan Perundang-Undangan tentang Undian Gratis Berhadiah (UGB) dan Pengumpulan Uang atau Barang (PUB).
     
Menurut dia, sifat hukum halal atau haram pada UGB tergantung pada sistem yang dikeluarkan. "Jika mengandung unsur judi, maka hukumnya haram. Sebaliknya jika tidak, hukumnya halal," katanya.

Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur dan Biro Kesejahteraan Masyarakat akan mengaktifkan pengawasan penggalangan dana, iuran, sumbangan, dan undian gratis yang kini marak dan menimbulkan keresahan di masyarakat.Kabag Sosial Biro Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jatim, Widijarto, mengatakan, penyelenggaraan pengumpulan uang atau barang dan undian gratis berhadiah adalah salah satu bentuk penggalangan dana berasaskan kesetiakawanan, kemanfaatan, dan keterbukaan.

"Namun seiring dengan meningkatnya penyelenggaraan pengumpulan uang atau barang dan undian gratis berhadiah yang kurang terarah pada akhirnya dapat merugikan sebagian masyarakat," katanya.


Ia menambahkan, saat ini marak kegiatan yang diselenggarakan perorangan, kelompok, atau lembaga yang dikemas dalam bentuk pertunjukan amal, pengiriman SMS, atau model pemerasan secara halus. "Oleh sebab itu masyarakat perlu memahami Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang agar dalam usaha pengumpulan sumbangan dan undian gratis tersebut dapat bermanfaat, terarah, dan tidak menimbulkan kegelisahan," katanya.


Editortof

Terkini Lainnya

7 Kisah Jimmy Lolos dari Tragedi di Nduga Papua, Dua Kali Tertangkap KKB hingga 16 Jam Terjebak Baku Tembak

7 Kisah Jimmy Lolos dari Tragedi di Nduga Papua, Dua Kali Tertangkap KKB hingga 16 Jam Terjebak Baku Tembak

Regional
Pasca-Putusan MK, Komisi VIII Akan Revisi Aturan Usia Perkawinan Bagi Perempuan

Pasca-Putusan MK, Komisi VIII Akan Revisi Aturan Usia Perkawinan Bagi Perempuan

Nasional
4 Pencuri Bobol Gardu PLN, 1 Pelaku Tewas Tersengat Listrik

4 Pencuri Bobol Gardu PLN, 1 Pelaku Tewas Tersengat Listrik

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pedagang Parsel Musiman Menjamur di Cikini

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pedagang Parsel Musiman Menjamur di Cikini

Megapolitan
PSI: Putusan MK Kemenangan Kecil untuk Perempuan

PSI: Putusan MK Kemenangan Kecil untuk Perempuan

Nasional
Ini Pengakuan Korban-korban Penipuan DP Rumah Murah di Tangsel

Ini Pengakuan Korban-korban Penipuan DP Rumah Murah di Tangsel

Megapolitan
Korupsi Anggaran Makan dan Minum, Sekda dan 2 Anak Buahnya Ditahan

Korupsi Anggaran Makan dan Minum, Sekda dan 2 Anak Buahnya Ditahan

Regional
Berkas Perkara Tersangka Penyuap Bupati Malang Diserahkan ke PN Tipikor Surabaya

Berkas Perkara Tersangka Penyuap Bupati Malang Diserahkan ke PN Tipikor Surabaya

Nasional
Polisi Temukan Tabung Gas 'He' yang Selangnya Tersambung ke Plastik di Wajah Eril Dardak

Polisi Temukan Tabung Gas "He" yang Selangnya Tersambung ke Plastik di Wajah Eril Dardak

Regional
Rusia Ancam Blokir Google Jika Tak Larang Situs Web Tertentu

Rusia Ancam Blokir Google Jika Tak Larang Situs Web Tertentu

Internasional
Dua Mayat Ditemukan Hanyut di Sungai Kampar Riau

Dua Mayat Ditemukan Hanyut di Sungai Kampar Riau

Regional
Tim U-19 dan U-16 Akan Ramaikan Pawai Kemenangan Persija

Tim U-19 dan U-16 Akan Ramaikan Pawai Kemenangan Persija

Megapolitan
Perancis Desak Massa Rompi Kuning Tunda Demonstrasi

Perancis Desak Massa Rompi Kuning Tunda Demonstrasi

Internasional
Kenangan Emil Dardak terhadap Adiknya sebagai Caleg Muda yang Gigih

Kenangan Emil Dardak terhadap Adiknya sebagai Caleg Muda yang Gigih

Megapolitan
Panik di Depan Hakim, Staf Lucas Mengaku Mengarang Cerita Saat Diperiksa KPK

Panik di Depan Hakim, Staf Lucas Mengaku Mengarang Cerita Saat Diperiksa KPK

Nasional

Close Ads X