Pandeglang Sudah Ekspor Emping Melinjo - Kompas.com

Pandeglang Sudah Ekspor Emping Melinjo

Kompas.com - 06/11/2009, 21:58 WIB

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Emping melinjo hasil produksi industri rumah tangga di Kabupaten Pandeglang, Banten, kini telah diekspor ke berbagai negara. "Emping melinjo kita telah diekspor, namun pengiriman ke luar negeri dilakukan oleh eksportir Jakarta," kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pandeglang, Djohan Djauhari, di Pandeglang, Jumat (6/11).
   
Menurut dia, pengusaha asal Jakarta itu datang ke sentra-sentra produksi emping melinjo dan membeli langsung dari para perajin. Setelah terkumpul banyak, baru diekspor ke berbagai negara.
   
Mengenai volume ekspor, menurut dia, hingga saat ini belum ada data riilnya, namun berdasarkan laporan dari para perajin cukup banyak.
   
Produksi emping melinjo di Pandeglang setiap hari mencapai 5,2 ton, atau 156 ton per bulan, yang dihasilnya oleh sekitar 1.300 industri rumah tangga. "Setiap perajin bisa memproduksi emping melinjo rata-rata 4 kg per hari, dan saat ini industri pengolahan makan khas itu mencapai 1.300, jadi setiap hari jumlahnya mencapai 5,2 ton," ujarnya.
   
Ia juga menjelaskan, pertumbuhan usaha pengolahan emping melinjo di Pandeglang sangat cepat. Pada 2008 jumlah pengusaha hanya tercatat 1.141 orang dan kini 1.300 orang berarti dalam tempo satu tahun bertambah 159 orang.
   
Djohan mengaku optimistis usaha pengolahan emping melinjo akan terus berkembang, apalagi saat ini pemasarannya telah menembus pasar ekspor. "Kita akan terus mendorong agar usaha pengolahan emping melinjo itu terus berkembang karena selain mendukung pertumbuhan ekonomi daerah juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat," katanya.
   
Sementara pengusaha yang telah eksis didorong agar terus meningkatkan kuantitias dan kualitas produksinya.
   
Selama ini Disperindag Pandeglang telah memberikan bantuan peralatan produksi bagi para perajin di antaranya alat pembuatan emping.
   
Selain itu, beberapa perajin juga telah dikirim untuk mengikuti pelatihan di berbagai daerah seperti Lampung, Tasikmalaya dan Yogyakarta. "Kita juga telah mengirim beberapa perajin untuk mengikuti pelatihan pengepakan di Jakarta," katanya.     

 


Editorprimus

Terkini Lainnya


Close Ads X