Mantan Gubernur Ismail Meninggal Dunia - Kompas.com

Mantan Gubernur Ismail Meninggal Dunia

Kompas.com - 23/02/2008, 21:15 WIB

SEMARANG, SABTU- Gubernur Jawa Tengah Periode 1983 hingga 1993 H Ismail meninggal pada hari ini, Sabtu (23/2), pukul 11.15 di Rumah Sakit Tlogorejo, Semarang, setelah mengalami gangguan jantung pada dini hari tadi.

Ismail mulai merasakan sakit pada hari ini sekit ar pukul 01.00. Istrinya, Soemarsiyah, langsung menelpon Ganang Ismail, putranya, untuk mengantar ke RS Tlogorejo sekitar pukul 04.00. Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 05.00, kondisi Ismail sudah memburuk.

Sesampainya di rumah sakit, Ismail dimasukkan ke Unit Gawat Darurat, dan langsung dirujuk ke ruang ICU untuk dipasangi ventilator. Dari diagnosis dokter yang merawat Ismail, almarhum menderita gangguan jantung. Memang bulan Desember 2007 lalu beliau sempat mengalami gangguan fungsi jantung dan paru-paru, kata Ganang.

Setelah 1-2 jam dibantu dengan ventilator, Ismail resmi dinyatakan secara resmi meninggal pada pukul 11.15 dalam usia 81 tahun. Jenasah tiba di rumah duka Jalan Argopuro Siranda pada pukul 14.10, disambut oleh keluarga dan kerabat de kat, dan langsung disholatkan pada pukul 14.30.

Mantan gubernur kelahiran Maos, Cilacap, tanggal 31 Desember 1927 ini meninggalkan istri, lima putra, dan tiga putri. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode, yaitu 1983 hingga 19 88, dan terpilih lagi dalam pemilihan gubernur dan menjabat kembali sampai 1993.

Ismail juga memiliki karier militer yang cemerlang. Mantan gubernur berpangkat Letnan Jenderal (purn) TNI ini mengawali jabatannya sebagai Staf Kodim di Yogyakarta pada tahu n 1948 dan akhirnya memangku jabatan sebagai Panglima Kodam VII Diponegoro pada tahun 1981 hingga 1983.

Karena itu, saat disemayamkan, banyak pihak militer TNI yang berdatangan, antara lain Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Pangdam IV Diponegoro May jen TNI Darpito Pudyastungkoro. Djoko sempat menjadi ajudannya saat Ismail menjabat sebagai Pangdam II Bukit Barisan pada tahun 1977-1980.

Beliau (Ismail) merupakan prajurit sejati, karena sampai akhir hayatnya masih memperjuangkan keadilan dan kemakmuran negara ini, kata Djoko. Sebagai senior, kata Djoko, Ismail selalu memikirkan dan memperhatikan kondisi anak buahnya. Atas nama TNI, Djoko mengucapkan dukacita sedalam-dalamnya dan mendoakan supaya arwah Ismail diterima di sisiNya. (A08)   

 

 

 


Editor

Close Ads X