Gajah Obrak-abrik Tanaman Padi dan Kelapa

Kompas.com - 15/02/2008, 13:24 WIB
Editor

BANDA ACEH, JUMAT - Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kembali keluar dari habitatnya mengobrak-abrik tanaman padi dan kelapa milik masyarakat di kawasan Desa Alue Pande, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya. "Sudah empat hari gajah tunggal tersebut berada di daerah ini, sedangkan upaya pengusiran secara tradisional yang dilakukan masyarakat tidak berhasil, sehingga padi sawah yang sedang menguning itu banyak rusak," kata M. Yunus AR, salah seorang tokoh masyarakat Panga di Banda Aceh, Jumat.

Beberapa bulan lalu, sekawanan gajah liar penghuni Pulau Sumatera itu juga turun hingga mendekati permukiman penduduk selama hampir sepekan, setelah itu kembali ke habitatnya karena tanaman pertanian dan perkebuan petani yang menjadi sumber makanan satwa dilindungi itu telah habis. "Sepanjang Januari 2008, sudah dua kali gajah turun mengobrak-abrik tanaman petani di wilayah Desa Alue Pande ini," kata tokoh masyarakat Panga itu.

Camat Panga, Kabupaten Aceh Jaya Drs Mahdali melalui saluran telepon selularnya menyebutkan gajah tunggal yang hingga saat ini masih bertahan di kawasan Desa Alue Pande tersebut dilaporkan masyarakat semakin beringas, selain merusakan tanaman padi dan kelapa, warga yang ditemuinya juga dikejar. Kasus tersebut terjadi ketika beberapa orang petani mencoba menghalau satwa liar secara tradisional, namun secara tiba-tiba berbalik arah dan mencoba menyerang masyarakat, sehingga para petani tradisional tersebut terpaksa lari terbirit-birit.

"Kasus konflik antara manusia dan gajah yang terjadi di Desa Alue Pande (Panga) sudah kami laporkan kepada Pemerintah Aceh Jaya, namun sampai hari ini (15/2) belum ada tanda-tanda penanggulangan keresahan masyarakat saya," kata Camat Mahdali.
     
Gangguan gajah yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) semakin meluas, bukan saja di wilayah Aceh Jaya, tetapi juga di beberapa lokasi di daerah lain, seperti Aceh Utara, Aceh Barat, namun sampai saat ini belum ada upaya pengusiran dan penangkapan yang dilakukan aparat berwenang.
     
Sebuah laporan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan WWF tahun 2005 menyebutkan gajah Sumatera merupakan salah satu spesies yang sangat terancam kepunahan di dunia akibat meningkatnya pemburuan liar oknum tertentu, dengan tingkat populasi tersisa antara 300-350 ekor. (ant)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.