Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Ungkap Motif Ayah Kandung Cabuli Anak hingga Hamil 5 Bulan di Flores Timur

Kompas.com - 29/06/2022, 19:48 WIB
Serafinus Sandi Hayon Jehadu,
Andi Hartik

Tim Redaksi

LARANTUKA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap motif GLK (55), seorang ayah di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, yang tega mencabuli anaknya hingga hamil.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Flores Timur, Ipda Sanusi Anwar mengatakan, tersangka mengaku melakukan perbuatannya karena tak tahan saat melihat korban. Padahal, korban adalah anak kandungnya sendiri.

"Dari hasil pemeriksaan, motif pelaku mencabuli korban karena nafsu," ujar Sanusi saat dihubungi, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 5 Bulan, Ayah di Flores Timur Ditangkap

Sanusi menjelaskan, pelaku melakukan perbuatannya sejak Bulan Februari 2020 dan berlanjut pada tahun 2022 hingga korban hamil lima bulan.

Saat melakukan perbuatannya, terang Sanusi, tersangka mengancam akan membunuh korban apabila tidak mengikuti keinginannya.

Baca juga: Pj Bupati Flores Timur Minta Akta Kelahiran hingga KIA Diterbitkan 15 Menit Setelah Bayi Lahir

Ia menambahkan, saat ini pelaku sudah diamankan di sel tahanan Polres Flores Timur.

Sementara, korban sedang berada di kampung halaman.

"Kami juga telah memeriksa korban dan ibu kandung," ujarnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan keluarga korban ke Polres Flores Timur pada Rabu (22/6/2022).

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/146/VI/2022/SPKT/POLRES FLOTIM/POLDA NTT tanggal 22 Juni 2022.

Pelaku kemudian ditangkap pada Kamis (23/6/2022). Selanjutnya, diboyong ke Polres Flores Timur untuk pemeriksaan lanjutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wilayah Terdampak Longsor dan Banjir Luwu Terisolasi, Pemprov Sumsel Salurkan Bantuan dengan Helikopter

Wilayah Terdampak Longsor dan Banjir Luwu Terisolasi, Pemprov Sumsel Salurkan Bantuan dengan Helikopter

Regional
Calon Independen di Pilkada Nagekeo Wajib Kantongi 11.973 Dukungan

Calon Independen di Pilkada Nagekeo Wajib Kantongi 11.973 Dukungan

Regional
Mahasiswa Unlam Hilang Saat Reboisasi di Hutan Kapuas Kalteng

Mahasiswa Unlam Hilang Saat Reboisasi di Hutan Kapuas Kalteng

Regional
Curug Putri Carita di Pandeglang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Curug Putri Carita di Pandeglang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
ART di Sukabumi Tewas Diduga Dibunuh di Rumah Majikan, Pelaku Ditangkap Dalam Bus

ART di Sukabumi Tewas Diduga Dibunuh di Rumah Majikan, Pelaku Ditangkap Dalam Bus

Regional
115 Rumah Terdampak Banjir di Dua Nagari di Kabupaten Sijunjung

115 Rumah Terdampak Banjir di Dua Nagari di Kabupaten Sijunjung

Regional
Serang Polsek di Kalteng, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Serang Polsek di Kalteng, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Regional
Geng Motor Tawuran Dalam Permukiman di Bandar Lampung, Warga Sebut 1 Orang Tewas

Geng Motor Tawuran Dalam Permukiman di Bandar Lampung, Warga Sebut 1 Orang Tewas

Regional
Harga Anjlok dan Cold Storage Tak Memadai, Nelayan di Aceh Terpaksa Buang 3 Ton Ikan

Harga Anjlok dan Cold Storage Tak Memadai, Nelayan di Aceh Terpaksa Buang 3 Ton Ikan

Regional
Pilkada Banten 2024, Gerindra-Demokrat Ingin Lanjutkan KIM di Banten

Pilkada Banten 2024, Gerindra-Demokrat Ingin Lanjutkan KIM di Banten

Regional
Pengusaha Kerajinan Tembaga Boyolali Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Dibunuh

Pengusaha Kerajinan Tembaga Boyolali Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Dibunuh

Regional
Puncak Gunung Lewotobi NTT Hujan Deras, Warga Diimbau Waspadai Banjir Lahar

Puncak Gunung Lewotobi NTT Hujan Deras, Warga Diimbau Waspadai Banjir Lahar

Regional
Pagi Berdarah, Suami di Ciamis Bunuh dan Mutilasi Istri di Jalan Desa

Pagi Berdarah, Suami di Ciamis Bunuh dan Mutilasi Istri di Jalan Desa

Regional
Kapal Logistik dari Malaysia Karam di Perairan Kepulauan Meranti

Kapal Logistik dari Malaysia Karam di Perairan Kepulauan Meranti

Regional
SDN 52 Buton Terendam Banjir, Pagar Sekolah Terpaksa Dijebol

SDN 52 Buton Terendam Banjir, Pagar Sekolah Terpaksa Dijebol

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com