Minggu, 31 Agustus 2014

News / Regional

Demo BBM, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi dan TNI

Senin, 3 Juni 2013 | 15:46 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terlibat bentrok dengan polisi dan TNI saat unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kantor PT Pertamina Fuel Retail Marketing Region VII di Jalan Garuda, Makassar, Senin (3/6/2013) siang. Sejumlah mahasiswa terluka.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, bentrok fisik terjadi ketika mahasiswa tidak ditemui satu pun pejabat PT Pertamina. Pendemo berusaha memaksa masuk untuk mencari General Manager (GM) PT Pertamina Region VII Makassar, namun dihadang barikade TNI di pintu kantor. Terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan anggota TNI.

Tak lama kemudian, satu truk anggota Dalmas Polrestabes Makassar yang dipimpin Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Singgih muncul. Polisi pun juga menjaga pintu depan dan membentuk barikade.

Saat terlibat aksi dorong, AKBP Singgih sempat terpancing dan menunjuk-nujuk seorang mahasiswa yang ribut. Di situlah, kericuhan mulai terjadi dan berujung bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian dan TNI yang dibantu sekuriti dan karyawan PT Pertamina. Salah satu mahasiswa dikeroyok oleh aparat keamanan.

Bentrokan bisa diredam setelah salah satu anggota TNI mengamankan seorang mahasiswa yang dikeroyok keluar dari kantor PT Pertamina. Selanjutnya, mahasiswa HMI kembali ke sekretariatnya di Jalan Bontolempangan, Makassar.

Akibat bentrokan itu, empat kader HMI yakni Awi, Mardin, Edy, dan Syawal terluka. Bahkan salah seorang di antaranya sempat mendapatkan perawatan tim medis di RS Ibnu Sina akibat luka-luka yang dideritanya cukup parah.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Farid Assifa