Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Pesta Lepas Masa Lajang dengan Goyang Dero

Senin, 3 Juni 2013 | 12:22 WIB

LUWU UTARA, KOMPAS.com — Goyang dero atau dikenal dengan sebutan ma'dero bagi sebagian masyarakat di Tana Luwu, sangatlah digemari. Hiburan goyang dero yang asalnya dari daerah Sulawesi Tengah ini telah menjadi tradisi di wilayah Palopo, Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan goyang dero ini sering diadakan dalam perhelatan hajatan jelang pesta pengantin, atau di acara lepas bujang pada malam hari. Seperti pesta lepas bujang yang digelar salah seorang warga di Desa Kalotok, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, belum lama ini.

Selain menggelar lomba kartu domino, dan hiburan musik elekton, warga juga disuguhkan goyang ma'dero. Goyang dero ini diiringi musik elekton dengan biduanita yang mahir melantunkan lagu khusus dero yang berirama remix.

Pengunjung pun larut saling bergandengan tangan membentuk lingkaran ma'dero mengikuti irama musik. Uniknya goyang ma'dero, di mana para warga saling berpegangan tangan membentuk lingkaran dan terus berputar. Mereka mengikuti irama musik sambil mengatur langkah kaki dua kali ke depan dan sekali langkah kaki mundur ke samping, hingga terus berputar.

Walaupun tidak saling mengenal, tetapi mereka tetap saling berpegangan tangan baik laki laki, perempuan, orangtua hingga anak anak sekalipun. Hal ini menggambarkan keakraban. Goyang ma'dero tidak hanya digelar di malam pesta pernikahan, tetapi dero juga sering diadakan saat pesta rakyat perayaan tujuh belasan, dan juga sering diadakan saat mendamaikan kelompok warga yang bertikai.

"Ma'dero asalnya dari budaya Sulawesi Tengah, namun sejak dulu warga di sini mengenal goyang dero. Terkhusus masyarakat di pedalaman daerah Rongkong," ungkap Rahmat, warga desa Kalotok. Minggu (2/6/2013).

Hal senada juga diungkapkan Pak Baso, warga desa Dandang. Ia selama ini sering menghadiri malam pesta pengantin di kampungnya atau kampung tetangga karena senang mengikuti goyang dero. Jika dulunya goyang dero hanyalah diiring ketukan irama gendang tradisional, maka seiring perkembangan zaman, kini goyang dero juga diiringi musik elekton. Hal ini juga karena semakin berkurangnya orang yang mahir menabuh gendang irama dero. 


Penulis: Kontributor Tana Luwu, Husain
Editor : Glori K. Wadrianto