Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Kebutuhan Gas

Pasokan Elpiji Berkurang 50 Persen

Rabu, 15 Mei 2013 | 17:27 WIB

JAMBI, KOMPAS.com — Meski Pertamina menyebutkan penurunan alokasi elpiji bersubsidi untuk Jambi hanya 1,2 persen pada tahun ini, pemilik pangkalan mengaku terjadi pengurangan suplai lebih dari 50 persen.

Pengurangan secara drastis inilah yang mengakibatkan kelangkaan elpiji di pasaran.

Pemilik pangkalan elpiji di wilayah Tanjung Pinang, Nainggolan, mengatakan, pasokan dari Pertamina berkurang lebih dari 50 persen dalam 3 bulan terakhir.

Sebelumnya, sebanyak 100 tabung elpiji 3 kg dipasok setiap hari, tetapi sekarang hanya 90 tabung per dua hari.

"Makanya, elpiji di mana-mana menjadi langka karena pasokannya memang berkurang drastis," ujar Nainggolan, Rabu (15/5/2013).

Rabu (15/5/2013), ratusan warga antre karena mengetahui akan adanya stok baru di pangkalan.

Warga kemudian membeli elpiji. Dalam 3 jam, stok kembali habis yang mengakibatkan sebagian warga yang tidak kebagian marah-marah.

Perwakilan Pemasaran LPG Pertamina, Jambi Rifki, mengatakan, pasokan elpiji bersubsidi hanya berkurang 1,2 persen efektif per April 2013.

Alokasi pasokan yang sebelumnya 25.091 metrik ton pada 2012, menjadi 24.791 MT pada tahun ini.

"Alokasi elpiji dikurangi, sementara animo masyarakat justru meningkat. Itu mengakibatkan pasokan seolah langka di pasaran," ujar Rifki.

 

 

 


Penulis: Irma Tambunan
Editor : Tjahja Gunawan Diredja