Selasa, 23 September 2014

News / Regional

BOM TASIK

Luka Bacok di Leher, Anggota Polisi Masih Kritis

Selasa, 14 Mei 2013 | 09:03 WIB

Terkait

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Seorang korban penyerangan pos polisi lalu lintas Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, sekaligus anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Aiptu Wijartono, kondisinya masih kritis dengan luka bacok di leher, dada, dan kedua tangannya. Korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Jasa Kartini, Kota Tasikmalaya.

"Ini sudah tugas saya, Pak," kata korban sembari terbata-bata kepada Kompas.com, saat dirawat di ICU Rumah Sakit Jasa Kartini, Kota Tasikmalaya, Senin (13/5/2013) tengah malam.

Wijartono mengaku, kejadian pelemparan bom ke arahnya yang tengah berjaga di Pos Polisi Lalu Lintas Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, terjadi sangat cepat. Ia merasa kaget dan langsung mengejar pelaku bersama rekannya Brigadir Wahyu menggunakan sepeda motor. Dia mengatakan, hanya satu pelaku yang dikejar. "Setahu saya hanya satu orang, Pak," tambah dia.

Saat ini korban masih dirawat intensif didampingi istri dan anaknya. Meski terlihat kritis, korban masih bisa sadarkan diri. Namun, korban sesekali terdengar merintih kesakitan akibat luka bacok yang dideritanya.

Diberitakan sebelumnya, pos polisi lalu lintas di Perempatan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, dilempar bom oleh seorang pelaku yang memakai motor. Pelaku pelemparan bom tewas di tempat setelah ditembak anggota polisi karena sempat akan menembak dengan mengeluarkan senjata rakitan, setelah melarikan diri ke Jalan Cipedes—berjarak sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara.

Tim Gegana berhasil menjinakkan bom rakitan jenis pipa tersebut setelah bom dibawa ke Mako Polres Tasikmalaya Kota dari lokasi kejadian.


Penulis: Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha
Editor : Glori K. Wadrianto