Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

Diamankan, 31 Joki Ujian Masuk UMM Malang

Senin, 13 Mei 2013 | 13:39 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 31 orang ditangkap karena menjadi joki tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Senin (13/5/2013). Mereka kemudian diserahkan oleh panitia PMB ke kepolisian setempat.

Pembantu Rektor II UMM Fauzan yang juga ketua panitia tes PMB UMM menjelaskan, para joki ini ditangkap saat panitia menggeledah tas peserta ketika ujian baru berlangsung sekitar 20 menit.

"Setelah 20 menit tes berjalan, pengawas baru beraksi menggeledah peserta tes," jelas Fauzan saat ditemui di kampus UMM, Senin (13/5/2013).

Panitia pengawas terlebih dahulu menangkap 27 orang. Lalu penggeledahan berlanjut, dan panitia kembali menangkap 4 orang yang ditengarai joki. Dengan demikian, joki yang ditangkap saat tes PMB pertama itu sebanyak 31 orang.

Menurut Fauzan, para pelaku mengaku sebelum mengikuti tes, para joki ini diberi pengarahan oleh bosnya. Mereka juga dibekali alat-alat elektronik berupa telepon selular yang sudah dimodifikasi.

Bahkan baju yang dikenakan sudah dimodifikasi khusus untuk dipasang alat-alat yang dibutuhkan peserta tes. Misalnya, kamera ditaruh di baju berfungsi untuk memoret soal.

"Peserta tes melakukan komunikasi lewat telepon yang dibungkus kertas dan memakai handset. "Kalau cowok ditaruh di selangkangannya. Kalau cewek, alatnya dipasang di dada," beber Fauzan.

Modus lainnya adalah joki langsung mengerjakan tes tanpa bantuan peralatan. Joki ini terbilang mahasiswa pintar.

"Ada dua joki yang ikut langsung layaknya mahasiswa baru. Dua orang itu adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta terkemuka di Surabaya. Dari total soal dikerjakan dengan cara dibagi dua. Selesai menjawab, jawabannya di-share ke peserta yang ikut kelompok tersebut," katanya.

Dari 31 joki tersebut, tambah Fauzan, pihaknya mengamankan 18 telepon selular yang sudah dimodifikasi.

"Untuk sementara, joki adalah mahasiswa dari Surabaya dan ada dari Malang sendiri. Mahasiswa dari PT terkenal di Surabaya itu alamatnya dari Lampung dan Palembang," kata Fauzan.


Penulis: Kontributor Malang, Yatimul Ainun
Editor : Farid Assifa