Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Jebol Plafon, Pelaku Pembunuhan Kabur

Minggu, 5 Mei 2013 | 21:14 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Pelaku pembunuhan tiga anggota keluarga di jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Lahundape, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Imsak alias Imsar (23) kabur saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa setempat. Imsak yang merupakan tahanan Polresta Kendari, kabur dari sel RSJ melalui plafon kamar mandi pukul 18.00 Wita, Sabtu ( 4/5/2013).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Abdul Karim Samandi membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, tersangka kasus pembunuhan itu dibantar oleh satuan reserse dan kriminal Polresta Kendari ke RSJ untuk observasi kejiwaan sejak Jumat (3/5/2013).

"Pelaku kasus 338 (imsar-red) melarikan diri dari sel RSJ melewati kamar mandi, kemudian memanjat plafon kamar mandi juga. Kami juga telah menempatkan personil untuk piket penjagaan dibantu dari aparat satuan Reskrim Polresta Kendari," terang Karim dihubungi, Minggu (5/5/2013).

Ia mengaku kecolongan atas kaburnya tahanan kasus pembunuhan, yang menghilangkan tiga nyawa sekaligus. Saat ini, lanjut Karim, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa Kendari. Kemudian mengarahkan tim gabungan kepolisian untuk mencari pelaku.

"Kami telah membentuk tim gabungan untuk memburu pelaku pembunuhan itu sambil berkoordinasi dengan keluarganya, lalu kasie propam mengecek kronologis kejadian untuk mengetahui apakah ada kelalaian prosedur," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jiwa Kendari, dr. Asrum Tombili, yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum mau memberi keterangan.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi pembunuhan tiga orang anggota keluarga yakni pasangan Labojo Basri (60), Haslia (59) dan cucunya, Faisal (7) pukul 14.30 Wita, Selasa (16/4/2013). Semula polisi menyebut, Wahyudin yang merupakan anak Labojo-Haslia dan ayah kandung Faisal sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Namun ternyata, informasi yang dihimpun polisi keliru. Pasalnya, kesaksian yang dikumpulkan berasal dari Husein, anak Basri, yang belakangan diketahui mengalami kelainan jiwa.

Imsar, pelaku pembunuhan yang masih kerabat korban ditangkap polisi di sekitar pelabuhan penyeberangan Wawonii, saat hendak melarikan diri ke Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4/2013).


Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Erlangga Djumena