Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Konflik Antarpetambak

PT CP Prima Berharap Konflik Segera Diselesaikan

Selasa, 23 April 2013 | 21:22 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Manajemen PT Central Proteinaprima Tbk yang menjadi induk perusahaan dari PT Central Pertiwi Bahari (CPB) berharap konflik antar-petambak di perusahaan tambak udang berpola inti-plasma itu bisa segera diselesaikan.

"Kami tengah menanti kesepakatan (mediasi). Harapan kami, permasalahan (konflik) itu bisa segera diselesaikan dengan baik. Sehingga, kemitraan (inti-plasma) akan dilanjutkan kembali bagi mereka (petambak plasma) yang masih ingin bermitra," ujar Yulian Riza dari Corporate Communication Departemen PT. CP Prima Tbk, saat dihubungi, Selasa (23/4/2013).

Ia mengatakan, tambak PT CPB merupakan salah satu aset vital PT CP Prima yang selama ini banyak memberikan keuntungan. Terlebih, dengan kondisi mangkraknya tambak salah satu anak perusahaannya, yaitu PT Aruna Wijaya Sakti (dulu Dipasena Citra Darmaja) akibat persoalan yang nyaris sama, yaitu konflik internal dan kemitraan.

Apalagi, diakuinya, saat ini harga udang tengah tinggi-tingginya. Hal ini tentunya mengakibatkan hilangnya potensi keuntungan. "Sebetulnya, bukan hanya masalah harga udang yang lagi tinggi. Hal lainnya, yang penting, petambak yang masih ingin bermitra tidak bisa berbudidaya karena kisruh itu. Saat ini, sebagian petambak (P2K) dan karyawan masih mengungsi," ujarnya.

Adapun kegiatan budidaya intensif di tambak CPB terhenti total sejak Desember 2012 lalu.

Disinggung mengenai penangkapan ketua Forum Silaturahmi (Forsil) petambak CPB, Cokro Edi, ia mengatakan, itu sepenuhnya kewenangan polisi sebagai aparat hukum.


Penulis: Yulvianus Harjono
Editor : Marcus Suprihadi