Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Kapal Tenggelam

HNSI: Santunan bagi Keluarga ABK Dijamin

Selasa, 23 April 2013 | 12:52 WIB

CILACAP, KOMPAS.com Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menjamin santunan bagi semua keluarga anak buah kapal yang meninggal serta hilang, dalam peristiwa karamnya empat kapal asal Cilacap, Jawa Tengah, di Samudra Hindia, akibat terempas badai.

Selain uang tali asih, pihak pemilik kapal juga berkewajiban membantu biaya pemakaman hingga peringatan 1.000 hari meninggalnya korban.

Wakil Ketua HNSI Cilacap Indon Cahyono, Selasa (23/4/2013), mengatakan, sudah ada kesepakatan tertulis ditandatangani para pemilik kapal dan HNSI yang menyatakan bahwa pemilik kapal wajib memberi santunan kepada anak buah kapal (ABK) yang mengalami kecelakaan laut. Perjanjian itu diketahui pemerintah setempat.

"Tidak ada alasan bagi pemilik kapal untuk tidak memberi santunan," kata Cahyono.

Selain santunan berupa uang tali asih kepada ahli waris korban, pemilik kapal juga wajib membantu biaya pemakaman serta sejumlah peringatan hari meninggalnya ABK tersebut. Nilai uang tali asih sekitar Rp 10 juta per orang, ditambah bantuan pemakaman serta hajatan peringatan meninggal hingga 1.000 hari.

Ahli waris juga bisa mendapat tambahan santunan jika pemilik kapal mengasuransikan semua ABK-nya ke Jamsostek.

Hingga kini, sebanyak 46 ABK masih dinyatakan hilang dalam peristiwa karamnya empat kapal pencari ikan asal Cilacap di Samudra Hindia barat daya Bengkulu atau pada posisi 14,07 Lintang Selatan dan 102,59 Bujur Timur akibat badai Victoria pada Selasa (9/4/2013) malam.

Keempat kapal tersebut, Kapal Motor (KM) Evani I, KM Putra Madura, KM Anita Jaya 2, dan KM Horison Jaya Abadi, membawa total 70 ABK. Hingga kini, 23 ABK berhasil ditemukan selamat dan satu ABK ditemukan tewas.

Satu korban tewas bernama Abdullah bin Sudarno alias Sidul (17), warga Sambi Duwur RT 04/RW 01 Pelutan, Pemalang, sudah diserahkan kepada keluarganya. Korban tewas merupakan salah satu anak buah KM Horizon Jaya Abadi.

Terkait nasib 46 ABK yang hilang, pengurus Asosiasi Pengusaha Kapal Indonesia (APKI) Cilacap, San Po, mengatakan bahwa saat ini pencarian terus dilakukan. Pencarian dilakukan para pemilik kapal yang armadanya sedang melaut di sekitar lokasi kecelakaan di barat daya Pulau Christmas, Australia, tersebut.

 


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Agus Mulyadi