Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Banjir Susulan, Jalan Raya Demak-Jepara Kembali Terputus

Minggu, 21 April 2013 | 09:17 WIB

DEMAK, KOMPAS.com - Setelah sempat surut selama seminggu, banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Mijen, Demak, Minggu (21/4/2013). Akibatnya Jalan Raya Demak-Jepara terputus akibat genangan air di ruas jalan dan perkampungan penduduk mencapai 80 centimeter.

Banjir kembali memasuki perkampungan meski tanggul Kali Wulan yang seminggu lalu jebol sudah sempat diperbaiki. Banjir terjadi karena debit air terus bertambah, sehingga tanggul tidak kuat menahan air. Akibatnya, Desa Jleper, Ngelokulon, Mijen dan sekitarnya kembali terisolasi.

Menurut Umayah (35), pengungsi asal Dukuh Bengkal Mijen, dia bersama keluarga langsung mengungsi setelah mendengar informasi siaga banjir. Ia dan tetangganya mengungsi di dekat Jembatan (UPTD Pengairan Mijen) dan harus rela tidur di dalam mobil angkutan umum karena tempat pengungsian tidak cukup menampung warga.

"Kapok kemarin mas, pas diminta ngungsi kan warga ngeyel jadi sempat kesulitan ngungsi, lha tadi malam begitu ada pengumuman banjir saya dan anak anak langsung berangkat," kata ibu dua anak ini.

Sementara ini, untuk mendapatkan makanan dan minuman, para pengungsi terpaksa menerobos banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak terungkap, hingga saat ini sebanyak 1.313 jiwa terpaksa diungsikan di sejumlah posko pengungsian. Posko pengungsian berada di SDN Pecuk 2, Madin Al Kuriah Mijen, MI Al Islam (dekat jembatan Perbatasan Mijen), Ruko Welahan dan UPTD pengairan Mijen. 


Penulis: Kontributor Demak, Ari Widodo
Editor : Glori K. Wadrianto