Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Kerusakan Aliran Sungai Iwaka Penyebab Banjir di Mulia Kencana

Minggu, 14 April 2013 | 02:34 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com - Banjir yang sempat merendam puluhan rumah warga di Kampung Mulia Kencana, Satuan Pemukiman (SP) VII, Distrik Kuala Kencana sejak Jumat (12/4/2013), sudah terlihat surut. Dari pantauan Kompas.com, tidak ada lagi genangan air di pekarangan rumah ataupun di kebun.

Yakobus, warga jalur 10, mengatakan air mulai surut sejak pukul 20.00 WIT, Sabtu (13/4) malam. Tetapi dia masih khawatir kemungkinan banjir susulan karena permukaan Sungai Iwaka kembali naik.

Informasi yang dihimpun, hujan deras selama beberapa hari di hulu dan kerusakan aliran sungai Iwaka akibat penebangan liar dan aktivitas galian mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Luapan air sungai Iwaka tidak hanya merendam pemukiman warga Kampung Mulia Kencana SP VII, namun juga merendam pemukiman warga di Kampung Naena Muktipura, SP VI.

Pendeta GKI Rehobot Mulia Kencana, Abdon Raway yang ditemui Sabtu siang, mengatakan sejak beberapa tahun terakhir marak penebangan liar dan kegiatan tambang galian C di hutan sepanjang aliran Sungai Iwaka. Ia khawatir jika aktivitas ini terus berlangsung, Kampung Mulia Kencana yang secara topografi rendah akan menjadi langganan banjir setiap kali Sungai Iwaka meluap.

Dugaan kerusakan lingkungan menjadi penyebab banjir di Kampung Mulia Kencana juga disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Mimika Frits Hombore, saat melakukan pemantauan langsung situasi Kampung Mulia Kencana Jumat siang. Menurut Frits, air yang menggenang ini sebelumnya mengalir melalui Kampung Bhintuka, SP XIII, tapi karena permukaan tanah lebih tinggi sehingga mengalir ke daerah yang lebih rendah, yakni Kampung Mulia Kencana, SP VII dan Kampung Naena Muktipura, SP VI.

Frits mengaku akan menyelidiki aktivitas tambang galian C yang berlangsung di Jayanti yang terindikasi menjadi penyebab rusaknya lingkungan aliran Sungai Iwaka. Jika terbukti nanti, ia akan meminta Bupati Mimika mencabut izin dan meminta Polres Mimika untuk menutup aktivitas galian tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Banjir kiriman telah merendam puluhan rumah di Kampung Mulia Kencana, SP VII serta Kampung Naena Muktipura, SP VI. Tidak korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah warga terpaksa harus mengungsi akibat rumah mereka terendam air.


Penulis: Kontributor Kompas TV, Alfian Kartono
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo