Senin, 22 Desember 2014

News /

PENDANAAN

Makassar Terapkan Resi Gudang Rumput Laut

Selasa, 9 April 2013 | 03:26 WIB

Makassar, Kompas - Sistem resi gudang rumput laut di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai diimplementasikan, Senin (8/4). Sistem resi gudang rumput laut ini merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan membantu petani rumput laut dalam hal pendanaan produksi.

”Implementasi resi gudang rumput laut perlu diikuti daerah lain karena menjadi alternatif pembiayaan dan sarana tunda jual yang efektif,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat meninjau resi gudang rumput di Kawasan Industri Makassar, Kota Makassar. Gudang di kawasan itu mampu menampung sebanyak 3.000 ton rumput laut.

Menurut Gita, para petani pada umumnya kesulitan mendapat akses kredit karena tidak memiliki aset tetap seperti tanah atau rumah sebagai agunan. Padahal, harga jual komoditas pada saat panen sering kali tidak seimbang dengan biaya produksi sehingga petani sangat membutuhkan kredit.

Dengan skema resi gudang, komoditas yang dihasilkan petani disimpan dalam gudang dan diterbitkan resinya. Resi ini kemudian dapat digunakan sebagai agunan ketika petani mengajukan kredit di bank atau lembaga pembiayaan.

Rumput laut merupakan komoditas unggulan di Sulsel. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan, Sulsel mampu memproduksi sebanyak 1,7 juta ton rumput laut pada 2012.

”Jauh meningkat dibandingkan lima tahun lalu ketika kami hanya mampu memproduksi sebanyak 600.000 ton rumput laut per tahun,” katanya.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Syahrul R Sempurnajaya mengatakan, hingga Maret 2013 telah diterbitkan sebanyak 59 resi gudang dengan total volume sebanyak 5.817,05 ton. (DEN)


Editor :