Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

TASIKMALAYA

Penangkapan Terduga Teroris Dikira Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 3 April 2013 | 12:49 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Penangkapan terduga teroris Fajar Sidiq (29), asal Tasikmalaya, oleh Densus Antiteror 88 Polri, Rabu 27 Maret lalu, sempat dikira sebagai kecelakaan kendaraan bermotor oleh warga di wilayah Kalangsari, Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Warga pun sempat akan menolong pengendara motor yang terjatuh di pinggir jalan. Saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (3/4/2013), salah seorang saksi mata, Azis (30), menuturkan, penangkapan Fajar Sidiq dilakukan beberapa orang yang menggunakan dua kendaraan bermotor tidak berboncengan. Ada pula satu unit mobil jenis Toyota Avanza berpelat nomor D.

Saat kejadian, Azis sedang berada di depan kantornya sebagai salah satu biro jasa pengiriman barang di sekitar Kalangsari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Tiba-tiba, motor yang ditumpangi Fajar terjatuh akibat diseruduk sebuah motor dari belakang.

Setelah mendengar motor terjatuh, ia dan warga sekitar langsung menghampiri dan sempat akan menolong korban yang terjatuh, yang tak lain adalah Fajar. Namun, sekitar empat orang pria berpakaian rapi dan membawa senjata langsung membawa Fajar bersama motornya ke dalam mobil Avanza.

Warga pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk menolong karena salah seorang pria mengacungkan senjata sembari membawa Fajar. "Minggir, minggir, diam, diam," kata Azis, menyerukan suara beberapa pria bersenjata yang membawa Fajar bersama motornya ke dalam mobil.

Azis menambahkan, lokasi penangkapan tepat di pinggir jalan depan kantornya, di depan Dakota Kargo. Ia tak menyangka, Fajar sedang menuju ke kantornya saat tejadi penangkapan. Namun, Azis mengaku mengenal Fajar sebagai seorang langganan kantornya untuk jasa pengiriman barang produksinya ke luar Jawa.

"Saya gak tahu kalau dia (Fajar) akan ke kantor saya. Lah, soalnya penangkapan itu terjadi di depan kantor saya ini. Saya kira sebelumnya kecelakaan saja atau polisi yang menangkap penjahat. Saya gak tahu kalau yang nangkap Densus 88," terang Azis, sembari menunjukkan lokasi penangkapan.

Diberitakan sebelumnya, keterangan keluarga berbeda dengan keterangan Mabes Polri pada Selasa (2/4/2013) siang. Melalui Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Polisi Boy Rafli Umar, dikabarkan bahwa polisi telah menangkap satu orang lagi anggota jaringan terorisme bernama Fajar Sidiq.

Fajar diketahui sebagai tersangka kasus perampokan toko emas di Tambora, Jakarta. Namun, Boy menyatakan penangkapan Fajar Sidiq dilakukan di kawasan Simpang Lima, Semarang, Kamis, 28 Maret.

Fajar Sidiq adalah seorang pengusaha kerudung asal Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Dia diciduk anggota Densus 88 di kawasan perkotaan Tasikmalaya, Rabu pekan lalu. Fajar sempat dikira keluarganya telah diculik oleh seseorang karena tidak pulang selama empat hari ke rumahnya.

Baru pada Senin kemarin, keluarga mendapatkan surat pemberitahuan dari Densus Antiteror 88 Mabes Polri bahwa Fajar Sidiq telah ditangkap oleh Densus karena diduga sebagai anggota jaringan terorisme. 


Penulis: Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha
Editor : Glori K. Wadrianto