Diduga Perkosa Tahanan, Polisi Poso Ditahan - Kompas.com

Diduga Perkosa Tahanan, Polisi Poso Ditahan

Kompas.com - 29/03/2013, 22:37 WIB

PALU, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Poso telah menahan satu dari dua anggota kepolisian yang diduga memerkosa seorang tahanan kasus narkoba berinisial FM (24). 

Kepastian ini disampaikan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen (Pol) Dewa Parsana, Jumat (29/3/2013) di Palu, Sulawesi Tengah. "Kasusnya sementara kita tangani. Sejauh ini anggota kita yang diduga terlibat kasus perkosaan itu baru satu yang kita tahan," kata Dewa Parsana.

Menurut Dewa Parsana, selain terancam dipecat dari kesatuan, pelakunya juga diancam tindak pidana. Dia juga akan merekomendasikan pemecatan dengan tidak hormat saat sidang etik kasus ini digelar. "Kasus ini sudah memalukan Polri, harusnya mereka itu menjadi pengayom masyarakat, bukan malah memerkosa tahanan," kata dia.

Dewa Parsana menambahkan, pihaknya juga tengah mendalami peran D, yang diduga bertindak sebagai penjaga sel tahanan ketika A melakukan perbuatannya. "Kita akan berikan sanksi dan tindakan tegas terhadap anggota yang terlibat terkait kasus pemerkosaan yang terjadi di dalam sel tahanan Polres Poso," kata Dewa Parsana.

FM merupakan tahanan Polres Poso. FM ditahan lantaran terlibat kasus narkoba. Namun sayang, FM harus menelan pil pahit ketika oknum polisi memerkosanya di dalam sel tahanan.


Komentar

Terkini Lainnya

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Nasional
Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Megapolitan
Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan
Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Megapolitan

Close Ads X