Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Survei: Megawati Capres Terpopuler di Tanjungpinang

Kamis, 7 Maret 2013 | 19:38 WIB

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com -- Megawati Soekarnoputri merupakan calon presiden yang paling populer di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, berdasar hasil survei Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Politik Lokal di daerah tersebut.

"Sebanyak 32,08 persen responden memilih Megawati sebagai Presiden RI, paling tinggi dibanding figur lainnya," kata anggota Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Politik Lokal, Maulana Chandra di Tanjungpinang, Kamis (7/3/2013).   

Maulana mengemukakan, politisi nasional lainnya yang potensial menjadi calon presiden adalah Jusuf Kalla. Sebanyak 18,87 persen responden memilih mantan Wakil Presiden itu.

Selanjutnya sebanyak 16,04 persen responden memilih Aburizal Bakrie dan 14,15 persen responden memilih Prabowo Subianto. Hatta Rajasa hanya dipilih 8,49 persen responden. Sedangkan responden yang memilih Dahlan Iskan, Mahfud MD, dan Anas Urbaningrum tidak mencapai tujuh persen.

"Terkait dengan nama Anas yang masih muncul, ternyata masyarakat masih berharap agar Anas dapat mencalonkan diri menjadi calon presiden dan kemudian terbebas dari jeratan hukum," ujarnya.

Ia mengatakan, ada beberapa alasan utama yang digunakan sebagai rujukan oleh masyarakat dalam menentukan pilihan. Masyarakat yang memilih presiden berdasarkan kemampuan sebanyak 82,11 persen, kesamaan agama dengan pemilih sebanyak 8,42 persen, faktor suku dan ideologi sebanyak 5,26 persen, serta kesamaan partai politik sebanyak 4,21 persen.

"Kami juga mengajukan pertanyaan jika ada tokoh muda selain nama-nama tersebut apakah akan dipilih masyarakat? Hasilnya masyarakat yang akan memilih sebanyak 24,49 persen, yang tidak memilih sebanyak 52,04 persen, dan tidak menjawab sebanyak 23,47 persen," ungkapnya.   

Menurut dia, survei itu dilakukan pada 21-27 Januari 2013 terhadap 150 responden. Latar belakang responden diupayakan memenuhi keterwakilan laki-laki dan perempuan, tingkat pendidikan, pekerjan, suku, dan agama.

Responden merupakan orang yang sudah mempunyai hak suara yang dipilih secara acak. Responden didatangi langsung secara "door to door" dan diminta mengisi kuisioner.

"Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi tingkat kesalahan data," katanya.

Saat ini, kata dia, KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu telah meloloskan 10 parpol nasional dan tiga parpol lokal di Aceh. Dari 10 partai politik tersebut, baru dua parpol yang mendeklarasikan calon presiden secara resmi yaitu Partai Golkar yang mencalonkan Aburizal Bakrie dan Partai Amanat Nasional yang mencalonkan Hatta Rajasa.

 


Editor : Farid Assifa
Sumber: