Kamis, 24 Juli 2014

News / Regional

Pabrik Kelapa Sawit ke-4 DSN di Muara Wahau

Selasa, 26 Februari 2013 | 22:31 WIB

KUTAI TIMUR, KOMPAS.com - PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Group, meresmikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ke-4 dan pabrik Palm Kernel Oil (PKO) di  Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Selasa (22/6/2013).     

Direktur Eksekutif Darma Satya Nusantara (DSN) Group T Arifin C, mengatakan, pasar dalam negeri masih sangat potensial untuk sawit. "Kapasitas pabrik keempat ini 60 ton per jam untuk CPO, dan kernel (PKO) 200 ton per hari," katanya, saat peresmian itu.     

Bupati Kutai Timur, Isran Noor, yang datang pada acara itu, sekaligus meresmikan pabrik tersebut, mengatakan, industri sawit ikut menumbuhkan perekonomian masyarakat di Kutai Timur (Kutim). "Ada perusahaan, bukan untuk merugikan masyarakat. Bukan untuk menghilangkan adat istiadat," ujar Isran.     

Peluang, lanjut Isran, harus ditangkap. "Atinya investasi swasta, dan BUMN yang didukung masyrakat dan pemerintah, harus berjalan baik. Perusahan sawit ini misalnya, kan tidak seumur jagung, bisa 30-100 tahun. Setelah habis 30 tahun, ada peremajaan. Peluang di sawit, tak selesai dan anak cucu menikmati," ujarnya.     

Kemitraan dengan masyarakat, menurut Arifin, sangat penting. "Ada tiga hal penting dalam mengelola kebun yakni sosial, sosial, dan sosial. Kami ingin masyarakat menjadi mitra yang sejajar," ujarnya.

DSN Group bisnis unit agro, memulai langkah di bidang perkebunan sawit di Kecamatan Muara Wahau, ditandai penanaman perdana tahun 1996 oleh PT Swakarsa Sinarsentosa (PT SWA).

Tahun 2005, dimulai penanaman di PT Dharma Agrotama Nusantara (PT DAN) dan PT Dharma Intisawit Nugraha (PT DIN). Pada tahun 2007 dilanjutkan di PT Dewata Sawit Nusantara (PT DWT). Pada akhir 2011, DSN Group mengakuisisi PT Karya Prima Argo Sejahtera (PT KPS).

Saat ini DSN Group di Muara Wahau memiliki total luas HGU (hak guna usaha) 50.231 hektar, dan izin lokasi 10.000 hektar. Pada Desember 2012 sudah tertanam seluas 43.610 hektar, dan 36.793 hektar di antaranya adalah tanaman yang sudah menghasilkan. 


Penulis: Lukas Adi Prasetya
Editor : Agus Mulyadi