Rabu, 1 Oktober 2014

News / Regional

Fakta Baru Perdagangan Perawan di Makassar

Selasa, 12 Februari 2013 | 09:04 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Perdagangan wanita perawan di Makassar yang baru saja terkuak juga mengungkap satu fakta baru, bahwa ternyata gadis-gadis belia tersebut dipesan dan didatangkan oleh para mucikari dari berbagai daerah di luar Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar Komisaris Besar (Kombes) Endi Sutendi, Selasa (12/2/2013), mengungkapkan, sindikat perdagangan perawan di Makassar sudah beraksi selama empat tahun terakhir.

Selama masa itu, sindikat ini sudah banyak menjual perawan mulai dari harga Rp 10.000.000. Endi menambahkan, adapun gadis-gadis perawan yang didapatnya dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

Modusnya, mucikari mendapat pesanan untuk mencarikan perawan dari "klien"-nya. "Setelah dapat, perawannya dibawa ke Makassar dan diserahkan ke lelaki hidung belang, setelah melunasi pembayarannya," kata Endi.

Endi menegaskan, kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya sindikat perdagangan perawan di berbagai daerah di wilayah Sulselbar. "Kasus ini masih dalam pengembangan dan mencari pelaku lainnya," kata Endi.

Sebelumnya telah diberitakan, Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Polda Sulselbar membongkar sindikat perdagangan perawan di Kota Makassar. Dari kasus itu, polisi menangkap dua tersangka dan empat orang gadis yang hendak dijual.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan perawan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam. Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengintaian di sejumlah tempat di Kota Makassar.

Hasilnya, polisi meringkus tersangka Hasniah alias Bunda (37), warga Jalan Rappokalling, dan rekannya Ilham alias Ilo (24), warga Jalan Sibula Dalam Lr 2 Makassar, di Hotel Celebes, Makassar, kamar 206, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (8/2/2013) malam.

Selain kedua tersangka, polisi juga menangkap empat orang gadis. Mereka umumnya masih berusia belasan, meski ada satu di antaranya yang telah berumur 30 tahun. Keempat gadis itu tak hanya berasal dari Makassar, tetapi juga dari Kendari, Takalar, dan Sinjai.

***

Baca Juga: Dibongkar, Perdagangan Perawan di Makassar

 


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Glori K. Wadrianto