Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

Efek "Permen Libido" Konon Terasa dalam 10 Menit

Rabu, 6 Februari 2013 | 13:48 WIB

Terkait

SURABAYA, KOMPAS.com — Dini, seorang pengecer permen karet pembangkit gairah, yang kini marak di Surabaya, Jawa Timur, mengaku sudah merasakan khasiat permen tersebut sebelum menjadikannya bisnis sambilan, seperti dilaporkan Harian Surya, Rabu (6/2/2013).

Menurut Dini, khasiat obat itu luar biasa dan bisa dirasakan dengan cepat. "Awalnya ada rasa mual. Tapi, sesaat setelah (permen) saya buang, sekitar 10-15 menit, terasa efeknya yang membuat saya jadi gelisah," ungkapnya sambil menambahkan efek "rasa ingin" itu terasa hingga dua jam lamanya.

Karena merasakan sendiri khasiat permen karet itulah, Dini tak ragu untuk menawarkannya lewat broadcast BlackBerry Messenger (BBM) sejak beberapa bulan terakhir. Dini mengaku sudah melayani lebih dari 120 paket pesanan dari berbagai kota. "Ini barang impor, masuknya dari Batam," tuturnya.

"Permen karet ini untuk pasangan suami istri. Bagi suami yang punya istri lemah keinginan berhubungan intim, ini solusinya," beber Dini dengan nada yakin.

Ditambahkan, permen karet ini sudah banyak digunakan masyarakat di luar negeri, khususnya Arab, China, Mesir, Jerman, dan Perancis. Dia yakin benar permen itu tidak menimbulkan efek samping yang merusak.

"Permen ini tak membawa dampak buruk bagi penderita diabetes. Tapi, jelas sangat berbahaya bagi pasangan yang belum menikah," kelakar Dini.

Dini menjual permen ini seharga Rp 750.000 per kotak. Tiap kotak berisi 10 bungkus yang masing-masing berisi lima permen karet. Selain menjual dalam kemasan kotak, Dini juga menjual eceran per bungkus. "Minimal ambil tiga seharga Rp 80.000, belum termasuk ongkos kirim," ujarnya.

Dini mengaku mendapat pesanan dari konsumen yang sama sampai beberapa kali. Salah seorang di antaranya adalah pengusaha perhotelan di Jakarta.

Seperti diberitakan, pembangkit gairah berbentuk permen karet itu kini marak di Surabaya. Meskipun kandungan permen tersebut masih dalam penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), banyak pengguna yang mengaku merasakan khasiatnya.

Fenomena permen karet cinta pun ramai menjadi perbincangan "panas" di sejumlah grup BBM. Bagi para istri dan ibu-ibu yang sudah pernah mencoba, mereka berbagi cerita di kantor maupun di komunitasnya. Yang lain pun penasaran.

Akhir Januari lalu, BPOM memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap permen yang diklaim bisa membangkitkan gairah, yang marak ditawarkan secara online.

Dalam rilisnya, Kamis (31/1/2013), BPOM menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan persetujuan izin edar terhadap produk pangan yang diklaim dapat meningkatkan libido, apalagi dengan penandaan yang tidak sesuai kaidah dan norma sehingga BPOM pun tidak menjamin keamanan dan mutunya.

BPOM menilai perbuatan mengedarkan produk permen peningkat libido ini melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang dapat dikenakan sanksi pidana maksimal 2 tahun penjara atau administratif maksimal Rp 4 miliar.


Editor : Kistyarini
Sumber: