Heboh Ibu-ibu Berburu "Permen Libido"

Kompas.com - 06/02/2013, 11:10 WIB
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com — Permen karet yang diklaim bisa meningkatkan gairah seksual kini marak dipasarkan melalui broadcast BlackBerry Messenger (BBM) di Surabaya.

Meskipun kandungan permen itu masih dalam penelitian oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sejumlah pengguna mengaku merasakan "efek luar biasa" permen tersebut. Kehebohan "permen libido" ini menjadi perbincangan, terutama di kalangan kaum perempuan.

Bentuk permen karet pembangkit gairah seksual ini sama persis dengan permen karet yang beredar di pasaran. Bentuknya pipih dan panjang dan dibungkus kertas timah. Tersedia pilihan rasa stroberi, mint, dan jeruk. Satu kotak berisi lima permen karet.

Kemasan permen beragam, antara lain menampilkan gambar buah stroberi. Tidak tertera izin Dinas Kesehatan dan BPOM di kemasan.

Penelusuran Harian Surya, satu kotak permen peningkat gairah seksual ini dipatok harga Rp 75.000 isi lima. Namun, ada juga distributor yang menjual Rp 125.000 hingga Rp 150.000 per kotak.

Harganya memang cukup terjangkau, tetapi untuk mendapatkannya tidaklah mudah. Permen karet ini dijual di "pasaran gelap" kepada orang-orang tertentu yang sudah saling kenal. Perantara di Surabaya punya akses ke agen di Jakarta. Dari perantara inilah, permen menyebar ke banyak orang.

Surya memperoleh permen karet ini lewat kenalan via broadcast BBM. Dia adalah Dini, seorang perempuan yang bekerja di perusahaan kontraktor di Jakarta. "Saya sudah mencoba sendiri permen karet ini dan hasilnya tokcer," katanya, pekan lalu. Ia pun akhirnya tertarik memasarkannya lewat perdagangan online.

Barang tidak bisa diperoleh langsung karena Dini minta tenggat waktu dua hari untuk memesan permen itu dari agen di Jakarta. Permen itu kemudian dikirim menggunakan jasa perusahaan pengiriman cepat. Setelah dua hari, barang tersebut baru diterima Surya.

Fenomena adanya "permen karet cinta" pun ramai menjadi perbincangan panas di sejumlah grup BBM. Para istri dan ibu-ibu yang sudah pernah mencoba pun berbagi cerita, baik di kantor maupun di komunitasnya.

Akhir Januari lalu, BPOM memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap permen yang diklaim bisa membangkitkan gairah, yang marak ditawarkan oleh sejumlah situs.

Dalam rilisnya, Kamis (31/1/2013), BPOM menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan persetujuan izin edar terhadap produk pangan yang diklaim dapat meningkatkan libido, apalagi dengan penandaan yang tidak sesuai kaidah dan norma, sehingga BPOM pun tidak menjamin keamanan dan mutunya.

BPOM menilai perbuatan mengedarkan produk permen peningkat libido ini melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang dapat dikenakan sanksi pidana maksimal 2 tahun penjara atau administratif maksimal Rp 4 miliar.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

    Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

    Regional
    Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

    Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

    Regional
    8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

    8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

    Regional
    Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

    Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

    Regional
    Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

    Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

    Regional
    7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

    7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

    Regional
    Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

    Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

    Regional
    22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

    22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

    Regional
    Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

    Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

    Regional
    Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Regional
    Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

    Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

    Regional
    Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

    Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

    Regional
    Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

    Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

    Regional
    Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

    Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

    Regional
    27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

    27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X