Jumat, 1 Agustus 2014

News /

PILKADA BALI

PDI-P Daftarkan Puspayoga dan Sukrawan

Rabu, 6 Februari 2013 | 02:47 WIB

Denpasar, Kompas - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bali, Selasa (5/2) malam, menentukan pasangan AA Puspayoga dan Dewa Sukrawan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Bali.

Meskipun belum ada tanda tangan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Tjahjo Kumolo dalam rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Bali, pasangan itu akan tetap didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Demikian disampaikan

Juru Bicara Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Bali Nyoman Sudiantara di kantor DPD PDI-P Bali di Denpasar. Puspayoga adalah Wakil Gubernur Bali saat ini. Sukrawan adalah Ketua DPRD Buleleng dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Buleleng.

”Kami sudah mantap dengan pasangan Puspayoga dan Sukrawan.

Kami pasti mendaftarkan Rabu (6/1) ini ke Komisi Pemilihan Umum Bali,” ujarnya.

Sudiantara membantah jika pencalonan calon wakil gubernur Bali ada perpecahan. Sebab, sebelum nama Sukrawan ditetapkan, sempat muncul nama Agus Suratnyana, yang kini Bupati Buleleng, untuk pendamping Puspayoga.

Puspayoga sendiri mengaku siap maju menjadi kandidat dalam Pilkada Bali yang akan digelar pada 15 Mei. Ia juga mengaku tak khawatir harus melawan petahana, Made Mangku Pastika.

Sejauh ini, menjelang Pilkada Bali, tercatat baru satu pasangan kandidat yang muncul, yaitu Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta, kini Wakil Bupati Badung. Keduanya didukung sembilan partai politik yang menamakan Koalisi Bali.

Untuk mengantisipasi keamanan, Kepolisian Daerah Bali menyatakan siap mengamankan Pilkada Bali. Hal itu diungkapkan Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Arif Wachyunadi saat temu wartawan di Direktorat Lalu Lintas Polda Bali.

”Polda Bali menyiapkan rencana operasi pengamanan Pilkada Bali 2013, termasuk pemetaan tempat pemungutan suara dan pengerahan personel polisi. Dalam pelaksanaannya, kepolisian juga akan bekerja sama dengan mitra keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.

Adapun untuk memutakhirkan data pemilih, Ketua KPU Jawa Tengah Fajar Subhi AK Arief didampingi anggota Divisi Sosialisasi dan Pemutakhiran Data Pemilih KPU, Andreas Pandiangan, mengatakan, pihaknya akan menggunakan Sistem Informasi Data Pemilih Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2013 yang disebut Si Indijateng.(WHO/AYS/COK)


Editor :