Senin, 24 November 2014

News / Regional

Bupati Wajo Bantah Lakukan Pemukulan

Kamis, 24 Januari 2013 | 11:05 WIB

BONE, KOMPAS.com - Bupati Wajo Sulawesi Selatan Andi Burhanuddin Unru membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan penganiayaan serta penculikan terhadap enam warga yang kini berada di tahanan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Wajo, Kamis, (24/01/2013). (Baca: Enam Warga Mengaku Dianiaya Bupati Wajo)

"Saya tidak memukul apalagi menculik. Malam itu saya cuma keliling memantau adanya kampanye uang dan itu berdasarkan laporan masyarakat dan ternyata memang saya temukan langsung bersembunyi di rumahnya. Waktu saya tanya dari mana dia bilang tidak pernah keluar tapi mesin mobilnya masih panas," ujar Burhanuddin Unru.

Ketika ditanya kesaksian para korban yang mengaku dibawa ke Kantor Partai Golkar, Burhanuddin mengaku, hal itu dilakukannya atas petunjuk dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan. Menurutnya, Panwaslu menyuruh agar keenam orang itu dibawa ke kota untuk diserahkan ke Panwas Kabupaten.

Terkait dugaan tindak kekerasan ini, pihak kepolisian menyatakan telah memeriksa sembilan orang saksi. "Dengan laporan warga yang menuding Bupati melakukan pemukulan dan penculikan, hingga saat ini kami sudah memeriksa sembilan saksi termasuk dua orang anggota organisasi masyarakat (Ormas) yang ikut dalam rombongan bupati," ujar Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Wajo AKP Askah Mappe.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Burhanuddin Unru dilaporkan ke polisi setempat, Rabu (23/01/2013). Burhanuddin diduga memukul dan menculik enam pria dalam perkara yang berkaitan dengan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan. Informasi yang dihimpun Kompas.com, peristiwa ini bermula pada Senin subuh (21/01/2013) sekitar pukul 03.00 Wita, 6 orang warga masing-masing Syamsul Bahri, Masrisal, Khairuddin, Dakirwan, Muhammad Asis dan Asriyadi sedang berada di rumah milik Khairuddin di Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo.


Penulis: Kontributor Bone, Abdul Haq
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary