Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 00:39 WIB
Januari-Februari, Puncak Hujan di Yogya
Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Sabtu, 12 Januari 2013 | 20:03 WIB
Dibaca:
|
Share:
Januari-Februari, Puncak Hujan di Yogya FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA) Memantau Aliran Banjir Lahar Hujan - Lampu dari mesin back hoe pengeruk pasir dan batu dimanfaatkan untuk memantau aliran banjir lahar hujan di Dam Sabo Kali Gendol, Dusun Bronggang, Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (27/12). Aliran banjir lahar hujan semakin sering terjadi menyusul kian kerapnya hujan deras turun di kawasan lereng Merapi. Hal ini membuat warga penghuni bantaran sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi terus meningkatkan kewaspadaan mereka untuk menghindari ancaman bahaya dari banjir lahar hujan tersebut. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Curah hujan di wilayah Yogyajarta diperkirakan akan mencapai puncaknya di bulan Januari dan Februari 2013 ini. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta Toni Agus Wijaya mengatakan, volume curah hujan di Yogyakarta akan meningkat dan mencapai puncaknya pada bulan Januari sampai dengan Februari.

"Curah akan melebihi 150 milimeter per hari dengan kecepatan angin sekitar 30-40 kilometer per jam. Peningkatan ini akan sampai puncaknya pada pertengahan bulan Januari-Februari," terangnya, Sabtu (12/1/2013).

Toni menjelaskan, tingginya kapasitas curah hujan disertai angin dengan kecepatan mencapai 30-40 km/jam ini harus diwaspadai oleh masyarakat. " Di sekitar rumah warga yang ada pohon dengan ranting-ranting yang berpotensi roboh harus dipangkas untuk mengantisipasi angin kencang," ungkapnya.

Selain itu, Toni juga mengharapkan agar warga di bantaran sungai meningkatkan kewaspadaannya terkait bahaya banjir yang berpotensi datang jika curah hujan cukup deras.

Di tempat berbeda, Komandan SAR DIY Brotoseno menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan anggotanya untuk mengantisipasi bencana akibat cuaca buruk termasuk meningkatnya curah hujan disertai angin kencang.

"Setiap saat dan setiap waktu kita siap. Anggota dan perlengkapan selalu kita siagakan," pungkasnya.

Editor :
Hindra