Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Dua TKI Asal Trenggalek Meninggal di Malaysia

Selasa, 25 Desember 2012 | 20:12 WIB

TRENGGALEK, KOMPAS.com -- Dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, meninggal dunia di Malaysia selama dua pekan terakhir.

Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Trenggalek, Suparman, Selasa (25/12/2012) mengatakan, kedua TKI tersebut adalah Imam, warga Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan yang meninggal karena penyakit hernia, dan satu lagi Yasin, warga Dusun Dempok, Desa Baruharjo Kecamatan Durenan meninggal akibat penyakit tetanus.

"Untuk Imam, sudah dipulangkan dan dimakamkan sekitar dua minggu yang lalu, sementara itu Yasin meninggal tanggal 23 Desember, diperkirakan jenazahnya tiba di rumah duka pada malam ini (25/12/2012), informasinya jam 16.00 WIB sudah sampai Bandara Juanda," katanya.

Menurut dia, petugas Dinas Tenaga Kerja telah mendatangi rumah duka untuk memastikan kabar tersebut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, sebelum meninggal dunia, Yasin tertusuk paku dan luka tersebut menyebabkan terjadinya tetanus.

"Kami juga menyampaikan kepada keluarganya, apabila yang bersangkutan belum mendapatkan asuransi dari perusahaan tempatnya bekerja, kami siap memfasilitasi dan nanti akan kami teruskan ke Kementerian Tenaga Kerja maupun pihak KBRI," ujarnya.

Suparman memastikan, kedua buruh migran tersebut bekerja di Malaysia dengan status resmi, namun berangkat secara mandiri atau tidak melalui Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).    

Dinas tenaga kerja nyaris tidak mengetahui kabar kematian dua TKI tersebut apabila tidak mendapat informasi dari perangkat desa dan jurnalis Trenggalek.

"Ini saja kalau Anda tidak telepon, kami tidak pasti tidak tahu, karena biasanya kalau berangkat secara mandiri maka pemulangannya dilakukan oleh keluarga maupun perusahaan yang tempatnya bekerja, sehingga terkadang mereka lupa tidak memberitahu kami," ujarnya.

 


Editor : Farid Assifa
Sumber: