Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Areal Emas Buru Ditutup

Rabu, 15 Februari 2012 | 18:02 WIB

NAMLEA, KOMPAS.com — Masih banyak orang belum tahu areal penemuan emas di Wansait, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, telah ditutup. Hal ini membuat ribuan pendulang dari berbagai daerah masih berdatangan ke Pulau Buru. Setibanya di Buru, mereka dilarang menuju areal emas yang ditemukan di Wansait.

Ini terlihat saat ribuan pendulang dari berbagai daerah menumpang kapal milik PT Pelni, Lambelu, tiba di pelabuhan di Namlea, ibu kota Kabupaten Buru, Rabu (15/2/2012).

Ribuan pendulang yang baru datang ini dihadang puluhan polisi dan Satpol PP. Mereka dilarang keluar dari pelabuhan. Di pelabuhan, mereka diminta tinggal di tenda-tenda yang disiapkan pemerintah untuk menampung mereka sambil menunggu kapal berikutnya keluar dari Buru.

Wakil Kepala Polres Buru Komisaris Marusaha Manurung mengatakan, pemulangan ribuan pendulang dari Wansait telah dilakukan sejak Bupati Buru Ramli Umasugi mengeluarkan larangan menambang emas di Wansait, 8 Februari lalu. Larangan ini dikeluarkan berdasarkan permintaan masyarakat di Wansait.

Selain memulangkan pendulang, polisi melarang pendulang yang baru datang untuk ke tempat emas ditemukan dan sejak dua bulan terakhir ditambang secara tradisional.


Penulis: Antonius Ponco A.
Editor : Nasru Alam Aziz