Rabu, 1 Oktober 2014

News / Regional

Ledakan

Ada Keanehan dalam Ledakan Granat di Aceh

Jumat, 2 Desember 2011 | 10:45 WIB

Terkait

BANDA ACEH, KOMPAS.com- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh melihat adanya keanehan dalam dua peristiwa pelemparan granat yang terjadi dalam waktu yang beruntun di Kawasan Lampriet, Banda Aceh, dalam dua hari terakhir. Penggranatan itu dilakukan justru saat tensi konflik antarelit politik di Aceh sedang menurun.

Situasi sekarang sebenarnya justru sedang mengarah kepada rekonsiliasi antarpihak di Aceh terkait konflik pilkada. Masih-masing pihak sudah menyampaikan komitmennya menjaga damai. Namun, tiba-tiba ada pihak yang memancing kekisruhan lagi dengan granat.

"Ini ada keanehan," ujar Koordinator KontraS Aceh, Hendra Fadli, Jumat (2/12/2011).

Granat kembali meledak di Banda Aceh, Kamis malam kemarin sekitar pukul 20.00. Granat tersebut meledak di samping Wisma Lampriet, Jalan T Nyak Arief, Banda Aceh. Dua hari lalu, granat meletus di Seuramo Irwandi-Muhyan, kantor Tim Sukses pasangan calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan.

Pada ledakan granat di dekat Wisma Lamprit yang cuma berjarak 100 meter dari Seuramo Irwandi-Muhyan itu, tiga orang mengalami luka-luka. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Hendra mengatakan, peledakan granat itu jelas merupakan aksi teror. Ada pihak-pihak yang tak menginginkan situasi Aceh berangsur normal dan damai. Pihak-pihak ini sepertinya ingin memperpanjang kisruh di Aceh.

"Padahal elit-elit sudah mengeluarkan statemen yang mencoba meredam konflik pilkada," lanjut dia.

Semua pihak harus menjadikan teror dengan granat ini sebagai musuh bersama. Pihak kepolisian harus dapat mengusut tuntas perkara ini sehingga pelaku dan motif diketahui.

"Kekhawatiran kami, situasi ini akan memperkeruh suasana di Aceh. Jika itu yang terjadi, yang dirugikan rakyat Aceh. Situasi Demokrasi di Aceh pun juga ikut rugi," tandas Hendra.


Penulis: Mohamad Burhanudin
Editor : Marcus Suprihadi