Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Tampar Murid, Guru Ini Akhirnya Minta Maaf

Minggu, 18 September 2011 | 05:12 WIB

SINTANG, Kompas.com - Win, guru SMAN 2 Sintang, menyampaikan permohonan maaf kepada muridnya bernama Raymond Gabriel HS (17), dan keluarganya. Permintaan maaf Winoto lantaran ia telah menampar Raymond beberapa waktu lalu.

"Saya mohon maaf karena sudah melakukan kekhilafan ini, kepada Raymond, kepada keluarga, dan seluruh wali kelas, termasuk kepada seluruh pembaca," kata Win Sabtu (17/9/2011).

Sebelumnya, pihak keluarga Raymond, Win, dan pihak sekolah yang diwakili oleh Guru Bimbingan Konseling, juga telah melakukan pertemuan di SMAN 2 Sintang untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu sempat terjadi ketegangan.

Pertemuan itu tidak membuahkan kata sepakat. Pihak keluarga menyatakan akan tetap melanjutkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Pasalnya oknum guru yang telah melakukan pemukulan dianggap tak kooperatif.

"Sebenarnya kalau dia (Win) menyampaikan permohonan secara baik-baik kami akan menerimanya. Namun ketika pertemuan dilaksanakan, sepertinya dia merasa tidak bersalah, makanya kami tetap melanjutkan kasus ini," kata Leo, abang ipar Raymond.

Selain tetap melanjutkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, keluarga Raymond juga akan menemui dinas pendidikan Sintang agar bisa mengambil tindakan tegas kepada oknum guru yang dianggap telah bertindak semena-mena.

"Kami juga akan bawa ke DPRD Sintang yang membidangi persoalan ini, supaya ada tindakan tegas, karena kami sudah datang baik-baik ke sekolah namun tidak ada itikad dari guru bersangkutan untuk meminta maaf," katanya.

Kekerasan di sekolah ini terjadi Jumat (16/9/2011). Gabriel yang ditampar Win mengalami memar di bagian mata sebelah kirinya.

Kejadian tersebut bermula saat sebagian pelajar sedang membersihkan lingkungan sekolah sekitar pukul 8.30 WIB. Ketika itu korban hendak menuju ke toilet. Dalam perjalanan ke toilet tersebut, dia bergurau dengan rekan-rekannya yang lain. Di saat itulah oknum guru tersebut melihat tingkah laku korban, yang dianggap sudah kelewatan, yakni meloncat-loncat di sekolah, di saat teman-temannya sedang membersihkan sekolah.

"Pada saat itu saya dipanggil guru tersebut, namun saya tidak mendengarnya. Tiba-tiba saja dia sudah berada di belakang saya dan memegang pundak saya. Ketika saya berbalik saya langsung ditampar," kata Raymond saat melapor ke Polres Sintang. (Ali Anshori)

 


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: