Selasa, 25 November 2014

News / Regional

Sinta Nuriyah: Jemaat Bisa Ibadah di GKI Yasmin

Kamis, 15 September 2011 | 19:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sinta Nuriyah Wahid, istri mantan Presiden RI almarhum Abdurrahman Wahid, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Wali Kota Bogor Diani Budiarto dalam menangani polemik pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin Bogor.

Kekecewaan itu disampaikan Sinta setelah mendengarkan penjelasan Budiarto dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (15/9/2011).

Budiarto dipanggil Komisi III terkait dua pengaduan jemaat GKI Yasmin, yang menyebutkan Wali Kota Bogor belum menjalankan putusan Mahkamah Agung. Putusan MA itu berisi pencabutan surat keputusan pembekuan izin mendirikan bangunan (IMB) GKI Yasmin yang dikeluarkan Budiarto pada Februari 2008.

Di hadapan anggota Komisi III DPR, Budiarto menjelaskan bahwa dirinya sudah melaksanakan keputusan MA dengan menerbitkan surat keputusan tentang pencabutan Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor perihal pembekuan IMB. SK itu dikeluarkan pada 8 Maret 2011.

Namun, pada penjelasan selanjutnya, Budiarto mengatakan, dirinya menerbitkan SK baru yang berisi pencabutan IMB GKI Yasmin. Alasan pencabutan adalah adanya resistensi masyarakat, terbukti ada pemalsuan izin, dan dalam rangka menjaga stabilitas lingkungan. Akibat SK itu, bangunan disegel dan jemaat gereja tidak diperbolehkan ibadah di dalam bangunan gereja.

"Itu sama saja, silakan dibuka, tetapi di belakang ditutup, lantas bagaimana pelaksanaannya (putusan MA)? Tentu tidak bisa dillaksanakan," kata Sinta menanggapi pernyataan Budiarto.

Sinta mengatakan, seluruh umat Muslim harus melaksanakan apa yang tertuang di Piagam Madinah. "Kita harus bisa duduk berdampingan dengan keyakinan lain dan melindungi kaum minoritas. Jadi, Piagam Madinah akhirnya tidak bisa dilakukan," ucapnya.

Diakhir pernyataannya, Sinta mengatakan, "Saya hanya ingin sampaikan, besok pagi kelompok Yasmin sudah bisa ibadah di tempatnya." Pernyataan ini disambut riuh tepuk tangan seratusan Jemaat GKI yang hadir.


Editor : Laksono Hari W