Senin, 22 September 2014

News / Regional

Penarikan Buku

Novel "Tidak Hilang Sebuah Nama" Ditarik

Rabu, 30 Maret 2011 | 23:05 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara mengeluarkan kebijakan menarik peredaran buku novel fiksi remaja berjudul Tidak Hilang Sebuah Nama, yang kini beredar di sejumlah sekolah di Kota Manado dan sejumlah kabupaten di Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Diknas Sulut HR Makagansa menjelaskan, penarikan buku atas desakan organisasi masyarakat yang memrotes bagian dari buku itu yang dinilai mengandung substansi penistaan agama Kristen.

"Kami sudah minta buku Tidak Hilang Sebuah Nama tidak diedarkan di sekolah. Kebijakan penarikan buku itu untuk mereduksi reaksi masyarakat yang cenderung emosional," kata Makagansa, Rabu (30/3/2011) di Manado.

Ketua Komisi Remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Billy Lombok menyatakan terkejut ketika menemukan buku-buku tersebut beredar di kalangan sekolah dasar GMIM di Minahasa Utara dan Kota Manado. Menurut Billy, isi buku itu jelas menyinggung iman Kristen mengenai Trinitas.

Ia mengecam Menteri Pendidikan Nasional melalui Kepala Perbukuan Nasional yang mengeluarkan surat keputusan peredaran buku ke sekoah dasar dan sekolah menengah melalui SK 1715/A.8.2/11/2005 Tahun 2009 tanggal 19 Mei. Buku tersebut dialokasikan dalam anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di sekolah-sekolah serta Daftar Isian Perencanaan Anggaran (DIPA) nasional.

"Kami mengecam dan keberatan buku ini menjadi sumber belajar yang didistribusi secara paksa ke sekolah," ujar Billy.

Buku setebal 216 halaman yang terbit tahun 2008 itu ditulis oleh Galang Lutfiyanto. Buku novel itu menceritakan percintaan remaja berbeda agama.

 

 

 

 


Editor : Nasru Alam Aziz