Jumat, 25 Juli 2014

News / Regional

Cuaca Buruk di Perairan Sultra

Rabu, 23 Maret 2011 | 18:23 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Selama tiga hari ke depan, Stasiun Meteorologi Maritim Kendari memprediksikan cuaca buruk di perairan selatan Sulawesi Tenggara. Pelayaran umum pun diminta waspada karena tinggi gelombang bisa mencapai dua meter dengan disertai hujan petir.

”Untuk kapal-kapal besar memang tidak terlalu bermasalah, namun harus meningkatkan kewaspadaan. Tapi, untuk kapal berukuran kecil, hal ini bisa membahayakan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kendari Natsir, Rabu (23/3/2011).

Cuaca buruk dengan gelombang tinggi itu kemungkinan terjadi di laut lepas di sekitar wilayah selatan Kepulauan Wakatobi. Adapun perairan Selat Buton dan sekitarnya relatif aman dari terjangan cuaca buruk.

”Kondisi itu disebabkan adanya fenomena kumpulan angin yang memanjang dari Laut Jawa hingga Laut Arafuru yang mempengaruhi cuaca di perairan selatan Sultra. Kumpulan angin itu akan berlangsung setidaknya hingga 25 Maret ini,” ujar Natsir.

Tingginya kecepatan angin membuat gelombang laut ikut tinggi. Namun, karena prediksi maksimal gelombang setinggi dua meter, BMKG belum merasa perlu untuk mengeluarkan peringatan dini. ”Jika ada indikasi gelombang bisa mencapai di atas dua meter, baru kami mengeluarkan peringatan dini bahaya pelayaran,” ujar Natsir.

Ditemui secara terpisah, Kepala Seksi Penjagaan dan Penyelamatan Administratur Pelabuhan Nusantara Kendari Patahuddin Rombo menyatakan, meski ada prediksi cuaca buruk, aktivitas pelayaran, khususnya ke Wakatobi, tidak ditangguhkan.

”Selain dari BMKG, kami juga mengandalkan informasi dari para nakhoda kapal karena mereka yang mengetahui kondisi langsung di lapangan. Sejauh ini, informasi dari nakhoda menyatakan kondisi masih kondusif untuk pelayaran,” kata Patahuddin.

Pelayaran dari Kendari menuju Wakatobi beroperasi lima kali seminggu. Namun, Patahuddin menambahkan, jika tinggi gelombang berkisar 2-3 meter, pihaknya menyampaikan kepada para nakhoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan.

”Kalau memang ada informasi gelombang membahayakan, tentu kami akan menangguhkan pelayaran,” katanya. Namun, selama musim cuaca buruk tahun ini, Patahuddin mengatakan pihaknya belum pernah sekalipun harus menangguhkan pelayaran.

BMKG Kendari memprediksi seluruh rangkaian cuaca buruk sejak akhir tahun lalu akibat pengaruh iklim El Nino yang baru akan reda pada April dan Mei mendatang. ”Diperkirakan, musim kemarau baru akan terjadi pada bulan Juni,” ujar Natsir.


Editor : I Made Asdhiana