5 Korban Banjir Morowali Masih Dirawat - Kompas.com

5 Korban Banjir Morowali Masih Dirawat

Kompas.com - 18/10/2010, 01:08 WIB

PALU, KOMPAS.com - Lima warga korban longsor di Dusun Bungini, Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Selasa (12/10/2010), hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Kolonodale.

"Sampai malam ini, lima korban masih dalam penanganan pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Kolonodale, tiga di antaranya rawat nginap dan dua lagi rawat jalan," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Petasia AKP Muhammad Djaman melalui telepon dari Palu, Minggu (17/10/2010).

Kapolsek Djaman mengatakan, kelima korban yang masih dalam perawatan intensif itu yakni Thamrin (27) mengalami nyeri di dada, luka robek di kepala, dan sakit di leher.

Korban Suhardin (20), mengalami luka lecet punggung kiri dan tangan kiri, serta hematon (keluar darah) dari hidung, Herian (30), mengalami luka nyeri dada akibat tertimbun pasir dan luka lecet di bahu kiri.

Berikutnya korban Yarhuni (33) mengalami luka nyeri dada kanan, tangan kanan tidak bisa digerakkan, dan nyeri punggung kanan, sementara korban terakhir bernama Suaib (18) dirawat karena mengalami luka lecet di kedua kaki, luka lecet dada kanan dan belakang, serta luka lecet siku kiri kanannya.

"Semua korban yang dirawat itu adalah karyawan PT Agro Nusa Abadi (ANA). Mereka itu adalah sebagian korban luka-luka yang berjumlah 18 orang," kata orang pertama di Polsek Petasia itu.

Dia menambahkan, saat ini tim penyelamat gabungan polisi, TNI, PNS dan masyarakat masih terus mencari satu korban lagi yang belum ditemukan saat tanah longsor terjadi yakni bernama Aep.

Selain beberapa ekor anjing pelacak, dalam upaya pencarian itu, regu penyelamat juga mengerahkan lima alat berat milik PT ANA untuk menggali longsoran tanah.

Selain menewaskan 12 orang dan melukai 18 orang lainnya, longsoran itu juga menimbun tujuh buah truk dan sebuah ekskavator milik perusahaan serta enam barak pekerja perusahaan tersebut.

Para korban yang tewas itu diketahui bernama Martinus, Yaner, Abdul Malik, Evan, Jamris, Imran, Nober, Taswan, Jamaluddin, Norvin, Maman, dan Awi.


Editoryuli

Terkini Lainnya

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

M Taufik: Jadi Gubernur Pasti Banyak yang Laporin, Apalagi Banyak Belum Move On

Megapolitan
Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Maklumat Kapolda Kalbar: Pelaku Pembakaran Lahan Didenda Rp 10 Miliar

Regional
Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Terlibat Perselingkuhan, Wakil PM Australia Mengundurkan Diri

Internasional
Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Simpatisan Partai Republikan Dukung Penyebaran Senjata Api di AS

Internasional
Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar sampai Piring Makan (3)

Regional
Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Hendak Menanduk Pemilik Mobil, Kambing Malah Tersangkut di Kemudi

Internasional
Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Polisi Akan Panggil Elvy Sukaesih Terkait Kasus Narkoba Dhawiya

Megapolitan
ITB dan MIT Bekerja Sama dalam Penelitian Baterai Mobil Listrik Nasional

ITB dan MIT Bekerja Sama dalam Penelitian Baterai Mobil Listrik Nasional

Regional
Kabareskrim: Indonesia Darurat Akal Sehat

Kabareskrim: Indonesia Darurat Akal Sehat

Nasional
Berstatus Tahanan KPK, Calon Gubernur Lampung Masih Berkampanye

Berstatus Tahanan KPK, Calon Gubernur Lampung Masih Berkampanye

Nasional
Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

Dishub Kota Bekasi Harap Pemilahan Ganjil Genap Dilakukan di Area Jalan Tol

Megapolitan
Lecehkan Puluhan Siswanya, Guru SD di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

Lecehkan Puluhan Siswanya, Guru SD di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

Regional
Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoaks soal Ustaz di Tambun Utara

Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoaks soal Ustaz di Tambun Utara

Megapolitan
YLBHI Duga Ada yang Hendak Ambil Untung dari Isu Penyerangan Pemuka Agama

YLBHI Duga Ada yang Hendak Ambil Untung dari Isu Penyerangan Pemuka Agama

Nasional
Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Akan Pelajari Aturan Baliho pada Masa Kampanye

Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Akan Pelajari Aturan Baliho pada Masa Kampanye

Megapolitan

Close Ads X