Minggu, 20 April 2014

News / Regional

Perkosaan Berantai di Bali Terus Berlanjut

Minggu, 18 April 2010 | 13:26 WIB

Baca juga

DENPASAR, KOMPAS.com — Kasus pemerkosaan berantai terhadap bocah di bawah umur di Denpasar, Bali, semakin mengkhawatirkan. Satu lagi siswa SD kelas III berusia 9 tahun menjadi korban aksi bejat pemerkosa yang sampai saat ini masih belum diketahui identitasnya. Orangtua korban telah melaporkan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bali, tetapi belum sampai ke kepolisian. 

“Keluarga korban masih terpukul dengan kejadian ini sehingga masih belum siap melapor ke polisi,” ujar Luh Anggreni, Wakil Ketua KPAID Bali.

Kejadian ini dialami korban, sebut saja Bunga, pada hari Jumat (16/04/2010) siang. Saat itu Bunga berada di rumahnya di Jalan Pulau Moyo, Denpasar, seorang diri karena kedua orangtuanya tengah bekerja. Pelaku kemudian berpura-pura menjadi tamu dan setelah mengetahui keadaan rumah kosong, pelaku langsung melampiaskan nafsu bejatnya kepada Bunga.

“Modusnya berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Jika sebelumnya korban diculik seusai pulang sekolah, kali ini pelaku berpura-pura menjadi tamu,” tambah Luh Anggreni.

Menurut catatan KPAID, kasus pemerkosaan ini merupakan yang ke-6 di wilayah Denpasar sejak bulan Februari lalu. Sebenarnya ada 8 laporan kasus. Namun dua kasus tidak sampai terjadi perkosaan.

Aparat Poltabes Denpasar saat ini masih bekerja keras untuk mengungkap kasus pemerkosaan berantai ini. Upaya yang terakhir dilakukan adalah menyebar sketsa pelaku pemerkosaan-pemerkosaan korban sebelumnya.


Editor : Edj