Kamis, 31 Juli 2014

News / Regional

Polisi Tingkatkan Patroli di Perairan Sulselbar

Kamis, 25 Maret 2010 | 02:10 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sulselbar meningkatkan patroli ke pulau-pulau Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terkait dugaan jaringan teroris Umar Patek akan memasuki perairan daerah itu.
    
"Kita sudah meningkatkan patroli ke pulau-pulau yang ada di Sulsel karena diduga 31 orang anak buah Umar Patek masih bebas berkeliaran," kata Direktur Polair Polda Sulselbar Kombes Pol Agus Sutikno, di Makassar, Rabu (24/3/2010) malam.
    
Ia mengatakan, dirinya sudah mengerahkan empat kapal polisi (KP) milik Ditpolair Polda Sulselbar serta satu unit kapal laut milik tim SAR untuk menyisir pulau-pulau yang dianggap rawan untuk disinggahi oleh jaringan teroris tersebut.
    
Dituturkannya, 31 anak buah Umar Patek yang sudah dijadikan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Mabes Polri langsung ditindak lanjut dengan menggelar patroli rutin.
    
Apalagi, kata Agus, perairan Sulsel sangat luas dan beberapa pulau-pulaunya terhubung dengan pulau-pulau Provinsi Lainnya, bahkan ada beberapa negara tetangga lebih dekat dijangkau dari kepulauan Sulsel. "Wilayah perairan Sulsel ini sangat luas dan beberapa pulau-pulau itu sangat dekat dengan pulau-pulau provinsi lainnya. Apalagi orang yang menggunakan kapal nelayan saja bisa ke Bali, Kalimantan, NTB dan lainnya melalui Kepulauan Pangkep," katanya.
    
Diungkapkannya, pulau-pulau yang ada di Pangkep banyak juga yang tidak berpenghuni karena itu, dirinya sudah meningkatkan antisipasi dan penyisiran di wilayah perairan Pangkep.
    
Hingga saat ini, 17 pulau sudah dilakukan penyisiran dan dua pulau lainnya yang tidak berpenghuni juga sudah diantisipasinya dengan menitip nelayan di pulau tersebut.
    
Wilayah penyisiran yang sudah dilakukan Ditpolair antara lain, perairan Jeneponto, Takalar, Galesong Makassar dan Pangkep. "Untuk sementara masih sekitar empat perairan yang kami sisir karena keempat perairan itu merupakan yang terbesar dan mempunyai banyak pulau yang menghubungkan beberapa pulau di provinsi lainnya," tuturnya.
    
Sementara itu, Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama (Laksma) Bambang Wahyudin yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya juga akan mengerahkan sejumlah kapal patroli dan kapal perang (KRI) milik Angkatan Laut (AL) untuk membantu menyisir perairan Sulselbar serta pulau-pulau. "Kita punya dua KRI yakni KRI Suluh Pari dan KRI Birang serta beberapa kapal patroli lainnya untuk membantu kepolisian dalam melakukan penyisiran," katanya.
    
Selain itu, pemeriksaan rutin terhadap dokumen kapal nelayan juga sedang ditingkatkan, jika terbukti ada yang mencurigakan maka pihaknya akan membawanya ke Lantamal VI Makassar untuk dilakukan identifikasi.


Editor : primus
Sumber: