Senin, 1 September 2014

News / Regional

Ketua PWI Jateng Siap Masuk Bursa Pemilihan Wali Kota Semarang

Rabu, 23 September 2009 | 21:48 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com  - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Sriyanto Saputro menyatakan siap maju dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang tahun 2010. Sriyanto saat ini Pemimpin Redaksi Harian Sore Wawasan Semarang, mantan Kepala Biro Kota Suara Merdeka, serta mantan Kepala Panitia Pengawas Pemilu Jateng

Sriyanto mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai politik serta terus menjalin jaringan dengan sejumlah tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi masyarakat.

"Saat ini saya tengah melakukan penjajakan, melakukan komunikasi politik, dan membentuk jaringan," kata Sriyanto di Semarang, Rabu (23/9).

Sejumlah partai politik yang telah didekati di antaranya PDIP, PKB, PAN, PPP, Partai Gerindra, dan PKS termasuk pendekatan dengan tokoh masyarakat seperti mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Soemarmo yang namanya juga mencuat menjadi salah satu bakal calon untuk calon wali kota Semarang.

Ia tidak membantah kalau dirinya telah melakukan sosialisasi seperti menyampaikan ucapan Selamat Lebaran di sejumlah media massa dan baliho di sejumlah titik jalan protokol Kota Semarang. "Dalam pemilu tentu tidak hanya menjual partai tetapi juga menjual figur," katanya.

Ditanya apakah dirinya sudah melamar ke partai politik tertentu, Sriyanto menegaskan bahwa dirinya belum melamar dan dirinya tidak menyatakan maju pada Pilkada Kota Semarang, tapi siap maju. "Akan tetapi kalau pimpinan saya menugasi, saya sebagai prajurit menyatakan siap maju. Intinya, saya ada yang punya yaitu Suara Merdeka Group," katanya.

Sebagai persiapan untuk siap ditugasi, maka segala upaya dilakukan yakni penjajakan, komunikasi politik, dan menjalin jaringan. "Jadi kalau nanti ditugasi sudah siap," katanya.

Terkait juga munculnya nama Managing Director Suara Merdeka Group Kukrit Suryo Wicaksono, Sriyanto menilai Kukrit memiliki potensi luar biasa.

"Kalau pimpinan saya bilang tidak boleh ikut, saya hormat dan tidak memaksakan diri maju. Ketika pimpinan saya maju, saya akan ’memback up’ total," kata Sriyanto yang berharap Kota Semarang ke depan bisa lebih baik.
    


Editor :
Sumber: