Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Merawat Jenazah, Ada Ilmunya Lho

Rabu, 22 Juli 2009 | 16:25 WIB

CIMAHI, KOMPAS.com — Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi, Jawa Barat, menggelar pelatihan merawat jenazah kepada 50 perempuan anggota PKK se-Kota Cimahi.

Direktur RSUD Cibabat, Dr Erli Suparli, Rabu (22/7), mengatakan, tujuan pemberian pelatihan tersebut untuk berbagi pengetahuan yang lebih mendalam tentang tata cara merawat jenazah yang benar, baik secara medis maupun aturan agama.

Menurut Dr Erli Suparli, pelatihan merawat jenazah tersebut memang dikhususkan bagi kaum perempuan. Alasannya, selama ini jumlah perempuan yang mampu melakukan proses merawat jenazah masih sedikit.

"Jumlah perempuan yang bisa melakukan proses pemulasaran jenazah masih sedikit, makanya pelatihan ini kami peruntukkan khusus bagi para perempuan," katanya.

Dalam pelatihan merawat jenazah tersebut, para peserta yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga diberi beberapa materi tentang pemulasaran jenazah.

Materi tersebut meliputi mengindentifikasi kematian seseorang, perawatan pasien terminal (pasien yang sudah mendekati sakaratul maut).

Kemudian perawatan jenazah oleh Tim Bina Rohani RSUD Cibabat dan teori dasar tentang merawat jenazah, seperti proses memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah.

Dikatakan Dr Erli, setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan merawat jenazah di RSUD Cibabat akan diberikan sertifikat khusus.

"Mereka yang telah mengikuti pelatihan, nantinya diberi sertifikat gratis dan siap membantu pelayanan pemakaman masyarakat," ujarnya.

Pelatihan tata cara merawat jenazah ini bertujuan menciptakan para kader dan tenaga terampil dalam merawat jenazah.

Sementara itu, Kepala Unit Bina Rohani dan Kamar jenazah RSUD Cibabat, Ustaz Aang Umanzah, mengatakan, dalam satu bulannya jumlah orang meninggal di RSUD Cibabat Kota Cimahi mencapai 15 orang.


Editor :
Sumber: