Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilkada Salatiga, PKB-Gerindra Jajaki Koalisi

Kompas.com - 23/04/2024, 00:16 WIB
Dian Ade Permana,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SALATIGA, KOMPAS.com - Geliat politik di Kota Salatiga mulai memanas jelang Pilkada 2024. Terbaru, jajaran pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Salatiga berkunjung ke kediaman ketua DPC Gerindra Kota Salatiga Yuliyanto, Senin (22/4/2024).

Ketua DPC PKB Kota Salatiga Saeful Mashud datang bersama Sekretaris DPC PKB Kota Salatiga Arya Rahmantika dan bakal calon Wali Kota Luqman Hakim. Mereka juga sempat sarapan bersama dengan menu bakso.

Saeful mengatakan, kunjungan ke Yuliyanto bertujuan menyamakan persepsi untuk menghadapi Pilkada Salatiga.

Baca juga: Pilkada Kota Semarang, PDI-P Buka Pendaftaran Bakal Calon Awal Mei

"Membangun Salatiga tentu tidak bisa sendirian, kita berkomunikasi dengan semuanya. Tujuannya, tentu agar Salatiga menjadi lebih baik," ujarnya.

Menurut Saeful, PKB sesuai perhitungan memiliki lima kursi di DPRD Kota Salatiga.

"Kita memang sudah cukup mencalonkan sendiri, tapi kalau bersama-sama, tentu lebih baik," kata dia.

"Kalau untuk siapa nanti yang diusung, baik untuk wali kota atau calonnya, nanti diskusi lagi lebih mendalam bisa fleksibel sesuai harapan masyarakat," kata Saeful.

Sementara Yuliyanto mengungkapkan, PKB bukanlah partai yang asing bagi dirinya. Bahkan, istri Yuliyanto yakni Titik Kirnaningsih pernah menjabat sebagai ketua DPC PKB Kota Salatiga.

"Sejak zaman Gus Dur, kita tentu dekat dengan PKB, ibu Titik pernah jadi ketua PKB Salatiga. Komunikasi juga berjalan baik, bahkan saat saya menjadi Wali Kota Salatiga, kita juga bermitra baik," terangnya.

"Kita juga fleksibel, untuk calon Wali Kota tidak harus dari pihak kami. Nanti didiskusikan lagi, yang terpenting menyamakan persepsi dan tujuan agar selaras," kata Yuliyanto.

Menurut Yuliyanto, saat ini juga waktu yang baik untuk silaturahmi karena masih suasana Lebaran.

"Waktu Pilkada semakin dekat, kita juga gerak cepat untuk menyusun koalisi. Gerindra ada empat kursi, butuh bareng-bareng untuk membangun Salatiga," jelasnya.

Sementara, Luqman Hakim menambahkan, dirinya mendapat perintah dari kiai dan DPC PKB Salatiga untuk 'turun gunung' membangun Salatiga.

"Saya dari Jakarta di DPR RI diminta kembali ke Salatiga, tentu atas perintah tersebut harus siap menjalankan," paparnya.

"Berkunjung ke mas Yuliyanto yang menjabat sebagai wali kota dua periode tentu juga untuk menimba ilmu, pengalaman selama 10 tahun sebagai Wali Kota Salatiga tentu akan sangat berguna untuk modal pembangunan ke depan," kata Luqman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Regional
Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Regional
Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Regional
Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Regional
Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Regional
Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Regional
Mobil Angkut BBM di Kupang Terbakar dan Tabrak Pagar Pos Polisi

Mobil Angkut BBM di Kupang Terbakar dan Tabrak Pagar Pos Polisi

Regional
Tim SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar

Tim SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com