Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Upaya Menyelamatkan 'Bongpai' Tionghoa Kuno di Lasem Rembang

Kompas.com - 28/07/2023, 03:45 WIB
Aria Rusta Yuli Pradana,
Khairina

Tim Redaksi

REMBANG, KOMPAS.com - Upaya menyelamatkan nisan atau bongpai tionghoa kuno di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sedang dilakukan oleh Komunitas Pelestarian Lasem.

Pasalnya, bongpai yang diselamatkan saat ini merupakan nisan tidak terawat dengan baik, cenderung disalahgunakan dan beralih fungsi.

Mereka merasa prihatin karena nisan-nisan Tionghoa kuno yang seharusnya menjadi aset sejarah dan edukasi malah tidak diperhatikan.

"Kita prihatin melihat makam-makam yang notabenenya adalah bagian dari sejarah Lasem, makamnya hilang, bongpai-bongpainya itu dipakai untuk tutup got, untuk jembatan di atas got," ucap Agik NS, selaku pemerhati sejarah heritage Lasem saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/7/2023).

Baca juga: Melihat Perayaan Jelang Waisak di Vihara Ratanavana Arama, Lasem Rembang

Dirinya mengatakan upaya tersebut juga untuk mengumpulkan nisan tak bertuan, tidak memiliki ahli waris, makam telah hancur atau hilang karena telah menjadi lahan pemukiman.

Dalam kegiatan yang dilakukan pada Rabu (26/7/2023) lalu itu, mereka yang awalnya mendata ada 5 bongpai yang beralih fungsi, malah mendapatkan tambahan bongpai yang sudah tidak terawat tersebut.

"Begitu kita di lapangan ternyata ada tambahan 4 yang sudah terlihat itu nisan dan yang belum terlihat yang jelas itu batu dari makam itu ada 2, mungkin altar bukan nisan," kata dia.

Kegiatan penyelamatan makam Tionghoa kuno tidak hanya sekali ini saja, tapi juga akan dilakukan lagi ke depannya.

"Ini masih koordinasi dengan kepala desa, kapolsek juga perlu koordinasi dengan kepala desa untuk dirapatkan, setelah rapat juga kepala desa harus ada solusi penggantian jembatan," kata dia.

Baca juga: Melihat Atraksi Barongsai di Kelenteng Cu An Kiong Lasem Rembang

Dirinya mengungkapkan kegiatan penyelamatan bongpai tionghoa kuno berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yaitu pasal 56 tentang pelindungan; pasal 57-60 tentang penyelamatan; pasal 61-71 tentang pengamanan.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kegiatan dilakukan karena ODCB (objek diduga cagar budaya) tersebut merupakan benda yang dapat menjadi kajian dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan tertutama bidang arkeologi, sejarah dan sinologi.

Selanjutnya bongpai-bongpai yang diselamatkan tersebut kemudian dibawa dan diamankan di kantor kepolisian setempat.

"Untuk sementara ini kita amankan di Polsek Lasem, kita inginnya bikin kayak taman prasasti bongpai, idealnya memang harus seperti itu kayak di Malaka, nisan-nisan didirikan di kayak bekas gereja, dijejer sudah menarik sekali dan itu bisa menjadi sebuah tujuan wisata edukasi," terang dia.

Terkait dengan penyelamatan bongpai tersebut, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan Lasem, dan berharap ada tindak lanjut dari pemerintah setempat.

Sementara itu, Kapolsek Lasem, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arif Kristiawan mengatakan usaha penyelamatan ODCB perlu dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Regional
Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Regional
Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Regional
Sejarah Kabupaten Semarang

Sejarah Kabupaten Semarang

Regional
Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Kilas Daerah
6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

Regional
Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Regional
Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Regional
Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Regional
Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Regional
Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Regional
Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Regional
Rumah Penjahit di Salatiga Terbakar, Bahan untuk Seragam Sekolah Ludes

Rumah Penjahit di Salatiga Terbakar, Bahan untuk Seragam Sekolah Ludes

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com