Kejati Bengkulu Dalami Laporan Dugaan Mafia Tanah 800 Hektar yang Dilakukan Perusahaan Kebun Sawit

Kompas.com - 11/05/2022, 17:00 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dalami laporan masyarakat terkait dugaan mafia tanah seluas 800 hektare yang dilakukan oleh PT. Agri Andalas di Desa Rawa Indah, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Dugaan mafia tanah ini dilaporkan masyarakat pada April 2022.

"Untuk laporan masyarakat adanya penyerobotan tanah atau mafia tanah yang kami terima pada April 2022 saat ini sudah masuk dalam telaah tim," kata Kepala Seksi Penegakkan Hukum (Kasipenkum) Kejati Bengkulu, Ristianti Adrianti dalam konfrensi persnya, Rabu (11/5/2022).

Dia berjanji, Kejati Bengkulu akan menangani laporan ini secara profesional.

Baca juga: Vonis Bebas 2 Terdakwa Mafia Tanah di Kalbar Dianggap Keliru, Jaksa Kasasi

Ristianti juga mengatakan, sejauh ini kejaksaan belum memeriksa atau memanggil pihak terkait karena masih berlangsung proses telaah.

Setelah proses telaah selesai dilakukan, pihaknya akan segera memanggil oknum terkait kasus ini.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Forum Masyarakat Pesisir Bengkulu (FMPB), Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Sarifin Thaib melaporkan salah satu perusahaan perkebunan sawit ke Kejati Bengkulu dengan tudingan mencaplok 800 hektar lahan transmigrasi dan penggelapan pajak.

"Perusahaan itu diduga mengambil 800 hektare Lahan Usaha Dua (LU 2) milik transmigrasi sejak tahun 2004 dan menanami dengan kelapa sawit perusahaan di Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Padahal warga telah mendapatkan sertifikat dari BPN tahun 1995," kata Saripin usai melapor di Kejati Bengkulu, Rabu (30/3/2022).

Ia mengatakan, transmigran pada tahun 1992 berjumlah sekitar 400 KK didatangkan dari Pulau Jawa umumnya korban letusan Gunung Merapi. Namun kondisi tanah yang berawa lahan itu ditinggalkan transmigran.

"50 persen transmigran itu pulang ke Jawa separuhnya menetap. Bagi yang pulang ke Jawa ada yang dijual ada juga sertifikatnya dititipkan ke pemerintah desa," ujarnya.

Baca juga: 2 Terdakwa Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kalbar Diputus Bebas, Jaksa Kasasi

Lalu pada tahun 2004, PT. Agri Andalas mendapatkan Izin Usaha Perkebunan nomor 498 tahun 2004 di lahan milik transmigran.

"Di lahan yang sama juga ada sertifikat tanah milik transmigran yang dikeluarkan BPN tahun 1995. Jadi tumpang tindih. Melihat tidak dikelola transmigran perusahaan tanami sawit sampai sekarang dipanen perusahaan," ujarnya.

Sementara itu Humas dan Legal, PT. Agri Andalas, Hasan saat dikonfirmasi kompas.com menolak tudingan semua laporan itu.

"Bahwa agri andalas memiliki izin yang sah dikeluarkan oleh pemerintah dan memperoleh tanah dengan cara membebaskan atau mengganti rugi langsung dengan masyarakat pemilik sah lahan secara musyawarah mufakat," demikian Hasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Tjahjo Kumolo

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Tjahjo Kumolo

Regional
Remaja 13 Tahun di Kabupaten TTS Hilang Terseret Banjir

Remaja 13 Tahun di Kabupaten TTS Hilang Terseret Banjir

Regional
Dini Hari, Bayi Ditemukan dalam Kardus, Ditaruh di Teras dan Diselimuti Sarung

Dini Hari, Bayi Ditemukan dalam Kardus, Ditaruh di Teras dan Diselimuti Sarung

Regional
Sebulan Ada 320 Kasus Gigitan Anjing di Toraja Utara, 1 Orang Positif Rabies dan Meninggal

Sebulan Ada 320 Kasus Gigitan Anjing di Toraja Utara, 1 Orang Positif Rabies dan Meninggal

Regional
Ular Masuk ke Jok Pedagang Tahu Gejrot, Damkar Turun Tangan

Ular Masuk ke Jok Pedagang Tahu Gejrot, Damkar Turun Tangan

Regional
Gunung Ile Lewotolok Lontarkan Lava Pijar, Warga yang Panik Disarankan Evakuasi Mandiri

Gunung Ile Lewotolok Lontarkan Lava Pijar, Warga yang Panik Disarankan Evakuasi Mandiri

Regional
Event Nasional-Internasional Meriahkan Kota Solo, Gibran Minta Pedagang Tak 'Ngepruk' Harga

Event Nasional-Internasional Meriahkan Kota Solo, Gibran Minta Pedagang Tak 'Ngepruk' Harga

Regional
Menteri Sandiaga Uno Sebut Candi Plaosan Bisa Jadi Alternatif Kunjungan Wisatawan Setelah Borobudur

Menteri Sandiaga Uno Sebut Candi Plaosan Bisa Jadi Alternatif Kunjungan Wisatawan Setelah Borobudur

Regional
Masuk Figur Miliki Elektabilitas Tinggi dalam Bursa Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Fokus Selesaikan Tugas-tugas

Masuk Figur Miliki Elektabilitas Tinggi dalam Bursa Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Fokus Selesaikan Tugas-tugas

Regional
Tak Ada Respons dan Dinilai Hoaks, RSUD Jepara Polisikan Akun Twitter @UpWanita

Tak Ada Respons dan Dinilai Hoaks, RSUD Jepara Polisikan Akun Twitter @UpWanita

Regional
Eks Anggota KPU Hingga Petani Mendaftar Calon Komisioner Bawaslu Bangka Belitung

Eks Anggota KPU Hingga Petani Mendaftar Calon Komisioner Bawaslu Bangka Belitung

Regional
HUT Bhayangkara, Kapolda Riau Bicara soal Pencuri Sendal dan Sebiji Durian

HUT Bhayangkara, Kapolda Riau Bicara soal Pencuri Sendal dan Sebiji Durian

Regional
SPBU di Manado Mulai Sosialisasikan Aplikasi MyPertamina untuk Beli BBM Subsidi

SPBU di Manado Mulai Sosialisasikan Aplikasi MyPertamina untuk Beli BBM Subsidi

Regional
Basarnas Bentuk Unit Siaga SAR di IKN, Waspadai Musibah Banjir

Basarnas Bentuk Unit Siaga SAR di IKN, Waspadai Musibah Banjir

Regional
Wanita yang Tutup Pelat Motornya dengan Celana Dalam Jadi Duta ETLE, Apa Itu ETLE?

Wanita yang Tutup Pelat Motornya dengan Celana Dalam Jadi Duta ETLE, Apa Itu ETLE?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.