HET Dicabut, Harga Minyak Goreng Langsung Melejit, Stoknya Kini Melimpah Tak Lagi Gaib...

Kompas.com - 18/03/2022, 07:05 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah mencabut peraturan mengenai harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan, Rabu (16/3/2022).

Kebijakan itu diambil seiring terjadinya kelangkaan terhadap komoditas pangan komoditas tersebut di lapangan.

Baca juga: Saat Stok Minyak Goreng Tiba-tiba Melimpah di Pasaran Usai Kebijakan HET Dicabut...

HET minyak goreng yang berlaku sebelumnya mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit.

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Berbagai Daerah Usai HET Dicabut, Ada yang Meroket hingga Rp 51.000 Per 2 Liter

Regulasi tersebut terbit menyusul adanya kenaikan harga minyak goreng sejak akhir tahun 2021.

Baca juga: Warga: Begitu Subsidi Dicabut Pemerintah, Minyak Goreng Langsung Berbaris Rapi di Etalase

Kala itu harga minyak goreng kemasan bermerek sempat merangkak ke angka Rp 24.000 per liter.

Hanya saja, ketika harga minyak goreng di pasaran sudah turun, keberadaan barang tersebut justru secara misterius lenyap.

Minyak goreng seharga Rp 11.500 hingga Rp 14.000 per liter di toko ritel, supermarket, pasar tradisional menjadi langka dan selalu cepat habis ketika pasokan datang.

Harga melejit

Pasca-pencabutan kebijakan HET, harga minyak goreng di sejumlah daerah melejit.

Misalnya, harga minyak goreng di Kota Yogyakarta, 2 liter mencapai Rp 48.000 hingga Rp 51.000

Harga tersebut berdasarkan pantauan Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta pada Kamis (17/3/2022), dikutip dari Tribun Jogja.

Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, harga minyak goreng kemasan ukuran 1 liter dijual seharga Rp 23.000.

Harga ini didapati dari salah satu swalayan pada Rabu.

Sementara di Malang, Jawa Timur,  harga minyak goreng 2 liter mencapai Rp 46.000-Rp 50.000.

Sementara di Medan, Sumatera Utara, harga minyak goreng ukuran 2 liter mencapai Rp 43.000

Adapun di Jayapura, Papua, harga minyak goreng 1 liter seharga Rp 23.900

 

Stok tiba-tiba melimpah

Pasca-pencabutan aturan HET, stok minyak goreng di beberapa daerah tiba-tiba melimpah.

Salah satunya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Warga bernama Joya (30) mengaku kaget karena stok minyak goreng menjadi banyak di pasaran setelah harga naik menjadi Rp 23.000 per liter.

Bahkan, minyak goreng kemasan berbagai merek sudah kembali dipajang di salah satu swalayan di Kota Tasikmalaya sejak Rabu pagi.

"Aneh, minyak goreng mendadak banyak mulai hari ini di sini. Padahal kemarin sedikit malah kosong. Pas tadi mau saya beli ternyata harganya mahal lagi Rp 23.000 per liternya. Pantesan jadi banyak lagi sekarang minyak gorengnya," ujar Joya (30), yang sedang berbelanja di salah satu swalayan, Rabu sore.

Mulanya, Joy mendapatkan informasi di media sosial bahwa minyak goreng bisa kembali didapatkan di semua swalayan.

Namun, ternyata harganya kembali mahal yang tidak sesuai HET pemerintah sebelumnya untuk minyak goreng kemasan yaitu Rp 14.000 per liternya.

Selain itu, saat ini juga tidak ada pembatasan jumlah minya goreng yang bisa dibeli.

Hal senada dirasakan ibu rumah tangga lainnya Sri Mulyani (36). Dia merasa heran, saat harga murah berlaku sesuai HET pemerintah, justru stok sedikit dan susah sampai harus antre panjang.

Namun, saat harga mahal, stok jadi mendadak banyak dan dibebaskan memborong minyak goreng.

"Ya itu kagetnya, Pak, aneh sekali. Saat murah tak ada, susah, harus antre untuk dapat minyak goreng. Sekarang udah mahal lagi, banyak pisan barangnya. Kacau memang, aneh," jelasnya. Sumber: Kompas.com.

Hal serupa terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Azizah (30) seorang ibu rumah tangga dan pengusaha jasa boga kecil-kecilan mengaku heran dengan keberadaan minyak goreng.

Azizah menuturkan, ia sempat mencari minyak goreng ke pasar swalayan pada Rabu (16/3/2022) siang, tetapi tidak ketemu.

Namun, pada Kamis sore hari setelah pemerintah resmi mencabut harga subsidi, minyak dengan merek-merek terkenal langsung tersedia kembali di swalayan dekat kediamannya di Jatiasih, Bekasi.

"Enggak masuk akal, siang saya cari enggak ada (minyak goreng) sore pas pengumuman harga subsidi dicabut langsung baris rapi itu minyak (di etalase)," kata Azizah kepada Kompas.com, Kamis (17/3/2022).

Namun, harganya kini melonjak hingga Rp 50.000 untuk ukuran 2 liter. (Penulis: Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha, Sania Mashabi | Editor: Khairina, Reza Kurnia Darmawan, Irfan Maullana), TribunJogja.com, Surya.co.id, Tribun-Medan.com, Tribun-Papua.com.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Regional
Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Regional
Cerita Warga di Mamuju Tandu Jenazah 13 Km karena Puskesmas Tolak Pinjami Ambulans

Cerita Warga di Mamuju Tandu Jenazah 13 Km karena Puskesmas Tolak Pinjami Ambulans

Regional
Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Regional
Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Regional
4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

Regional
Nakhoda 'Tugboat' Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Nakhoda "Tugboat" Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Regional
Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Regional
Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar 'Kroya Fashion Week'

Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar "Kroya Fashion Week"

Regional
Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Regional
Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Regional
Isi Dasa Dharma Pramuka dan Maknanya

Isi Dasa Dharma Pramuka dan Maknanya

Regional
Kisah Pilu Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Sungai Aceh Timur

Kisah Pilu Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Sungai Aceh Timur

Regional
157 Calon Jemaah Batal Haji Tahun Ini, Dirjen PHU Kemenag: Terkecil Sepanjang Sejarah

157 Calon Jemaah Batal Haji Tahun Ini, Dirjen PHU Kemenag: Terkecil Sepanjang Sejarah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.