BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Besar di Selat Bali

Kompas.com - 30/06/2021, 17:23 WIB
Personel Basarnas melakukan penyisiran untuk mencari korban KMP Yunicee di perairan Selat Bali, Rabu (30/6/2021). Petugas SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian korban KMP Yunicee yang tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (29/6) malam dan telah menemukan tujuh jenazah korban meninggal dalam peristiwa tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. FIKRI YUSUFPersonel Basarnas melakukan penyisiran untuk mencari korban KMP Yunicee di perairan Selat Bali, Rabu (30/6/2021). Petugas SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian korban KMP Yunicee yang tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (29/6) malam dan telah menemukan tujuh jenazah korban meninggal dalam peristiwa tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kabupaten Jembrana, Bali, mengeluarkan peringatan potensi gelombang besar di Selat Bali.

"Kami selalu memberikan prakiraan cuaca kepada semua pihak terkait untuk berbagai kepentingan. Khusus untuk Selat Bali, kami sudah memberikan peringatan potensi gelombang besar di musim timur seperti ini," kata Kepala Tata Usaha BMKG Jembrana Agit Setiyoko saat dikonfirmasi di Negara, Kabupaten Jembrana, seperti dikutip dari Antara, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Kronologi Tenggelamnya KMP Yunicee, Dihantam Gelombang Tinggi hingga Karam dalam 5 Menit

Ia mengatakan, saat terjadi kecelakaan Kapal Motor Penumpang Yunicee, data BMKG menunjukkan langit cerah berawan dengan potensi hujan rendah sampai sedang.

Potensi gelombang saat itu sekitar 0,75 meter hingga empat meter.

"Data itu merupakan prakiraan cuaca untuk tanggal 29 Juni sampai 1 Juli. Kami memang mengeluarkan prakiraan cuaca yang berlaku selama tiga hari," katanya.

Baca juga: Tenggelam di Selat Bali, Bangkai KMP Yunicee Berada di Kedalaman 78 Meter, 7 Penumpang Tewas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agit menambahkan, berdasarkan keterangan saksi saat insiden tersebut, memang muncul arus kuat disertai gelombang besar sesuai prediksi BMKG.

Sebelumnya, KMP Yunicee tenggelam di Selat Bali saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Jembrana, Selasa (29/6/2021) malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.