Kompas.com - 30/06/2021, 14:56 WIB
Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah tempat perawatan pasien Covid-19 gejala ringan, Rabu (30/6/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIRumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah tempat perawatan pasien Covid-19 gejala ringan, Rabu (30/6/2021).

SOLO, KOMPAS.com - Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta Kolonel Inf Deddy Suryadi mengatakan, jumlah kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg masih mencukupi untuk merawat pasien Covid-19.

Dari 80 tempat tidur yang tersedia baru sebanyak 51 tempat tidur yang terpakai. Sehingga masih sisa sebanyak 29 tempat tidur.

"Kapasitas semua 80 tempat tidur. Sekarang sudah terisi 51 orang. Sempat 54 tapi sudah pulang tiga," kata Deddy di Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Pasien Covid-19 OTG di Solo Tak Tertib, Gibran Sediakan 8 Tempat Isolasi Mandiri Terpusat

Menurut Deddy, pasien yang dirawat di Rumkitlap sebagian besar bergejala ringan.

Sementara pasien bergejala berat yang dibawa ke Rumkitlap langsung dirujuk ke Rumah Sakit TNI (RST) Slamet Riyadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena keterbatasan kami untuk tenaga kesehatan yang menangani gejala berat. Jadi yang gejala berat langsung kita masukkan ke RST," ungkapnya.

Deddy menerangkan, para pasien yang dirawat tersebut paling banyak berasal dari Solo. Meski ada yang dari luar Solo jumlahnya sedikit.

"Mereka ada yang langsung ke sini dan ada rujukan. Tapi pada dasarnya kita mempermudah. Orang yang butuh pertolongan langsung kita tolong dulu," kata dia.

Baca juga: RS Lapangan Benteng Vastenburg Solo Rawat 15 Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

Lebih lanjut, dia menambahkan, pihaknya menambah 10 tempat tidur sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Namun, dirinya berharap, penambahan tempat tidur tersebut tidak sampai terpakai.

"Walaupun masih ada tempat tidur jangan sampai terisilah," terang dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Regional
'Chat' Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Regional
Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Regional
Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Regional
Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Regional
Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Regional
Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Regional
Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Regional
Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Regional
Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.