Paman di Buleleng Cabuli Keponakan di Bawah Umur, Terungkap Saat Korban Alami Sakit Perut

Kompas.com - 16/06/2021, 17:55 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

BULELENG, KOMPAS.com - Satreskrim Polres Buleleng menangkap seorang pria berinisial NAD (38) atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

NAD yang tak lain adalah sang paman, mengajak korban berhubungan badan dengan modal rayuan.

"Modusnya pelaku mengajak korban dengan berkata 'main sex yuk' dan korban menjawab 'ya om'," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Viral, Video Pengendara Motor Tagih Surat Hasil Swab Petugas Penyekatan Suramadu, Ini Kata Polisi

Korban mengeluh tidak haid dan sakit perut

Sumarjaya menuturkan, aksi pencabulan itu terjadi pada Selasa (16/2/2021) lalu pukul 14:00 Wita.

Kasus itu terungkap karena korban yang masih berusia 15 tahun itu mengeluh sakit perut dan tidak haid beberapa bulan kepada orangtuanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun saat dibawa ke rumah sakit, korban dinyatakan tidak hamil.

Setelah itu, orangtua korban bertanya apakah selama ini ada orang yang melakukan tindakan tak baik terhadap tubuh korban.

Akhirnya korban mengaku sempat beberapa kali diperkosa oleh pamannya di rumah mereka yang terletak di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng, Bali.

Baca juga: Gempa M 6,1 di Maluku Tengah Rusak 40 Rumah Warga di Desa Tehoru

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Harimau Berbadan Kurus di Kebun Binatang Medan Makan Rumput, Ini Penjelasannya

Viral, Video Harimau Berbadan Kurus di Kebun Binatang Medan Makan Rumput, Ini Penjelasannya

Regional
Viral, Video Karapan Sapi di Bangkalan Dihadiri Ribuan Penonton, Ini Kata Satgas Covid-19

Viral, Video Karapan Sapi di Bangkalan Dihadiri Ribuan Penonton, Ini Kata Satgas Covid-19

Regional
Ahli Epidemiologi Perkirakan Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Desember

Ahli Epidemiologi Perkirakan Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Desember

Regional
Yang Perlu Diketahui Warga Jakarta soal Ganjil Genap Puncak Bogor 'Weekend' Ini

Yang Perlu Diketahui Warga Jakarta soal Ganjil Genap Puncak Bogor "Weekend" Ini

Regional
Bali Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Sandiaga Siapkan Paket Wisata

Bali Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Sandiaga Siapkan Paket Wisata

Regional
Tanjung Gudang Akan Jadi Pelabuhan Ekspor di Bangka Belitung

Tanjung Gudang Akan Jadi Pelabuhan Ekspor di Bangka Belitung

Regional
30 Orang Terjaring Razia Baju Ketat dan Celana Pendek

30 Orang Terjaring Razia Baju Ketat dan Celana Pendek

Regional
Soal Raperda Perlindungan Guru Non PNS, Begini Tanggapan PGRI Magetan

Soal Raperda Perlindungan Guru Non PNS, Begini Tanggapan PGRI Magetan

Regional
Rumah Terkunci 3 Hari Didobrak Warga, Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Dapur

Rumah Terkunci 3 Hari Didobrak Warga, Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Dapur

Regional
Pekanbaru Targetkan 'Herd Immunity' Tercapai Desember 2021

Pekanbaru Targetkan "Herd Immunity" Tercapai Desember 2021

Regional
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosef Diperiksa untuk Ke-12 Kalinya

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosef Diperiksa untuk Ke-12 Kalinya

Regional
Di Balik Kasus Ibu Jambak Anak di Gresik, Sang Ayah Ternyata Pergi dari Rumah Tanpa Kejelasan

Di Balik Kasus Ibu Jambak Anak di Gresik, Sang Ayah Ternyata Pergi dari Rumah Tanpa Kejelasan

Regional
Puluhan Guru dan Karyawan Positif Covid-19, 8 Sekolah di Blora Batal Gelar PTM

Puluhan Guru dan Karyawan Positif Covid-19, 8 Sekolah di Blora Batal Gelar PTM

Regional
Kumpulkan Rp 4,7 Miliar dari 60 Orang, Bandar Arisan Online Fiktif Sempat Kabur ke Cirebon

Kumpulkan Rp 4,7 Miliar dari 60 Orang, Bandar Arisan Online Fiktif Sempat Kabur ke Cirebon

Regional
Asrama Mahasiswa Karawang Kumuh dan Rusak, Ini Tanggapan Pemkab

Asrama Mahasiswa Karawang Kumuh dan Rusak, Ini Tanggapan Pemkab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.