[POPULER NUSANTARA] Penyelamatan KRI Nanggala-402 Berpacu dengan Waktu | Tanggapan BNPB Soal Eksodus Warga India ke Indonesia

Kompas.com - 24/04/2021, 06:15 WIB
Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014). ANTARA FOTO/Suryanto/nz/rwaSeorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Upaya pencarian terhadap kapal selam KRI Nanggala-402 yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak hingga sekarang masih dilakukan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, cadangan oksigen di kapal selam tersebut hanya bisa bertahan selama 72 jam.

Untuk itu, pihaknya berpacu dengan waktu agar dapat menyelamatkan 53 awak yang berada di dalam kapal tersebut.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo terkejut dengan kabar kedatangan ratusan warga negara asing (WNA) dari India.

Untuk memastikan informasi itu, Doni langsung berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Kemenlu. Ia berharap, ada perhatian serius terhadap kedatangan mereka.

Terlebih lagi, pemerintah saat ini sedang melarang mudik warganya jelang perayaan Lebaran.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca di Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini lima berita populer nusantara selengkapnya.

1. Pencarian KRI Nanggala-402

Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, cadangan oksigen di kapal selam KRI Nanggala-402 hanya bisa bertahan selama 72 jam.

Oleh karena itu, pihaknya berharap upaya penyelamatan yang dilakukan saat ini bisa segera membuahkan hasil.

"Apabila kondisi black out mampu 72 jam, kurang lebih tiga hari. Jadi saat kemarin hilang kontak jam 3, bisa sampai hari Sabtu jam 3, sehingga 72 jam. Mudah-mudahan segera ditemukan sehingga cadangan oksigen masih ada," ujar Yudo.

Untuk memaksimalkan upaya pencarian itu, sejumlah negara banyak yang menawarkan bantuan. Di antaranya Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Berpacu dengan Waktu untuk Selamatkan 53 Awak KRI Nanggala-402...

2. Eksodus warga India ke Indonesia

Kepala BNPB dan Ketua Satgas Covid19 Letjend TNI Doni Monardo saat berkunjung ke Nunukan KaltaraDok Diskominfotik Nunukan Kepala BNPB dan Ketua Satgas Covid19 Letjend TNI Doni Monardo saat berkunjung ke Nunukan Kaltara

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo menyoroti terkait kedatangan WNA asal India.

Pasalnya, kedatangan yang dilakukan WNA itu diketahui dalam jumlah besar dan diduga untuk menghindari gelombang kedua Covid-19 di negaranya.

Terkait dengan hal itu, ia meminta pemerintah untuk lebih bijak. Terlebih lagi, saat ini masyarakat dilarang untuk melakukan perjalanan mudik.

"Jangan sampai nanti kita membiarkan kedatangan WNA. Kecuali kalau dia punya Kitas. Di luar itu tidak boleh. Satu sisi mudik tidak boleh, tapi ada WNA yang difasilitasi," kata Doni.

Baca juga: Eksodus Warga India, Kepala BNPB: Jangan Sampai Mudik Tidak Boleh, tapi WNA Difasilitasi

3. Curhat istri penganiaya perawat

Ilustrasi perawat.Shutterstock Ilustrasi perawat.

M, selaku istri pelaku JT yang menjadi tersangka kasus penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, angkat bicara.

Menurutnya, meski tindakan kekerasan yang dilakukan suaminya tak bisa dibenarkan, namun, pihaknya berharap ada evaluasi pelayanan terhadap RS yang bersangkutan.

Sebab, dalam menjalankan tugasnya, korban yang diketahui seorang perawat berinisial CRS itu dianggap tidak profesional dalam memberikan tindakan medis terhadap anaknya.

Hal itu dibuktikan saat mencabut infus, hanya menggunakan tisu toilet.

"Saat itu saya tidak bisa terucap kata-kata itu (untuk protes), saya hanya menurut tekan pakai tisu. Saya tidak sadar ternyata darah anak saya sudah mengalir banyak, di situ saya mulai panik," ujar M.

Baca juga: Curhat Istri Penganiaya Perawat: Hanya Dikasih Tisu Toilet untuk Tekan Darah Anak Saat Infus Dicabut

4. Penyekatan pemudik di perbatasan Lampung

Ilustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Ilustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019).

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri Inspektur Jenderal Istiono mengaku akan membuat rekayasa lalu lintas di wilayah perbatasan Lampung selama pelarangan mudik berlangsung.

"Setiap kendaraan yang datang dan menuju Palembang atau Lampung selama masa larangan mudik akan diminta keluar di exit Tol Pematang Panggang," kata Istiono, Kamis (22/4/2021).

Dengan skema yang dilakukan itu, diharapkan dapat mengurangi beban penyekatan yang dilakukan.

Ia juga mengaku sudah melakukan survei di sejumlah titik lokasi di wilayah Lampung menjelang pelarangan mudik itu.

Baca juga: Kendaraan di Perbatasan Lampung-Sumsel Akan Diminta Keluar dari Tol

5. Upaya pencarian KRI Nanggala

Basarnas Bali turut terlibat dalam operasi pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021).Dok. Basarnas Bali Basarnas Bali turut terlibat dalam operasi pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021).

Proses pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 terus dilakukan hingga saat ini.

Adapun upaya pencarian itu difokuskan di perairan utara bali.

Sebab, di lokasi itu sempat ditemukan tumpahan minyak dan solar yang diduga berasal dari KRI Nanggala.

"Saat ini, harapan kami masih di posisi mungkin submiss istilahnya hilang. Saya belum bisa mengatakan ini karena ini teknis, tapi yang jelas kami upayakan dulu," terang Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad.

Di sekitar lokasi tersebut, kata dia, juga ditemukan kemagnetan kuat. Untuk memastikannya, KRI Rigel telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan.

"Kita harapkan salah satu KRI kita yang mampu memantau bawah laut yaitu KRI Rigel, saat ini sedang berada dekat, diharapkan sore bisa merapat, bisa membangun dan merencanakan kegiatan untuk (mencari) hasil yang kemarin dari KRI Rimau bahwa ada satu titik magnet yang cukup kuat tidak berubah. Itu akan dikejar, semoga jadi titik terang," ujar Riad saat konferensi pers, dikutip dari Kompas TV, Jumat.

Baca juga: Pencarian KRI Nanggala-402, Tim Temukan Kemagnetan Kuat, Kapuspen TNI: Semoga Jadi Titik Terang

Sumber: Kompas.com (Penulis : Tri Purna Jaya, Aji YK Putra | Editor : Abba Gabrillin, Reza Kurnia Darmawan, David Oliver Purba).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Kerja 2 Minggu, ART di Sidoarjo Curi Perhiasan hingga Uang Majikan, Aksinya Terekam CCTV

Baru Kerja 2 Minggu, ART di Sidoarjo Curi Perhiasan hingga Uang Majikan, Aksinya Terekam CCTV

Regional
Pembelian Tiket Kereta Api Kini Wajib Pakai NIK, Ini Ketentuannya

Pembelian Tiket Kereta Api Kini Wajib Pakai NIK, Ini Ketentuannya

Regional
Melihat Konservasi Kantong Semar, Tanaman Langka Pemakan Serangga Endemik Gunung Slamet

Melihat Konservasi Kantong Semar, Tanaman Langka Pemakan Serangga Endemik Gunung Slamet

Regional
Polisi Gelar Razia Vaksin di Rawa Pening Semarang, Jaring 200 Nelayan dan Pemancing

Polisi Gelar Razia Vaksin di Rawa Pening Semarang, Jaring 200 Nelayan dan Pemancing

Regional
8 Wilayah di NTT Alami 60 Hari Tanpa Hujan, Mana Saja?

8 Wilayah di NTT Alami 60 Hari Tanpa Hujan, Mana Saja?

Regional
Cerita di Balik Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ada Hobi dan Cita-cita Sang Ayah

Cerita di Balik Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ada Hobi dan Cita-cita Sang Ayah

Regional
Penggerebekan Kantor 'Debt Collector' Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Diamankan

Penggerebekan Kantor "Debt Collector" Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Diamankan

Regional
Kantor Jasa Penagihan Pinjol di Kotabaru Kalsel Digerebek Polisi, 40 Orang Ditangkap

Kantor Jasa Penagihan Pinjol di Kotabaru Kalsel Digerebek Polisi, 40 Orang Ditangkap

Regional
OJK Terima 62 Aduan Soal Pinjol Ilegal di Kota Tegal, Kapolres: Tak Perlu Malu dan Takut, Laporkan...

OJK Terima 62 Aduan Soal Pinjol Ilegal di Kota Tegal, Kapolres: Tak Perlu Malu dan Takut, Laporkan...

Regional
Mengingat Kembali Lonjakan Covid-19 di Kudus

Mengingat Kembali Lonjakan Covid-19 di Kudus

Regional
Video Viral Pria Kendarai Motor Sambil Masturbasi di Banyuwangi, Polisi Buru Pelaku

Video Viral Pria Kendarai Motor Sambil Masturbasi di Banyuwangi, Polisi Buru Pelaku

Regional
Ditinggal Keluarga ke Luar Kota, Seorang Remaja Tega Perkosa Adik Kandungnya

Ditinggal Keluarga ke Luar Kota, Seorang Remaja Tega Perkosa Adik Kandungnya

Regional
184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

Regional
Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Regional
Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.